Google+ Followers

Site Info

Home » » Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS

Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS

Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS | Selamat malam bapak, ibu dan saudara-saudara, semua.. ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah sebuah data distribusi yang normal atau tidak untuk model asumsi regresinya. Pada kesempatan malam ini saya mau membagi cara melakukan Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS. Dengan melihat Grafik Histogram dan P-Plot yang dihasilkan dari program SPSS seorang peneliti dapat mengetahui apakah data data yang ia pakai mempunyai distribusi yang normal atau tidak.

DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN UJI NORMALITAS DENGAN GRAFIK HISTOGRAM DAN P-PLOT

Pada dasarnya normalitas sebuah data dapat dikenali atau dideteksi dengan melihat persebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik Histogram dari residualnya.
  • Data dikatakan berdistribusi normal, jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya.
  • Sebaliknya data dikatakan tidak berdistribusi normal, jika data menyebar jauh dari arah garis atau tidak mengikuti diagonal atau grafik histogramnya.

CARA UJI NORMALITAS DENGAN GRAFIK HISTOGRAM DAN P-PLOT SPSS

Dalam sebuah kasus saya ingin mengetahui apakah data penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Judul penelitiannya adalah: “Pengaruh Intensitas Mengajar Guru (X1), Gaya Mengajar (X2), Motivasi Siswa (X3), dan Minat Belajar (X4) terhadap Konsentrasi Belajar (Y) Siswa SMP Konsistensi Tahun 2014”

Dari judul di atas kita dapat melihat bahwa terdapat 4 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Jika sobat ingin mempraktekkan Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS sobat bisa download data yang saya gunakan dalam artikel ini (Download Data)

Penting : Uji Normalitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS Versi 21

1. Maaf saya tidak menyampaikan bagaimana cara menginput data di program SPSS. Langkah pertama yang harus sobat lakukan adalah membuka file yang sudah sobat download tadi. Sehingga tampilannya terlihat seperti gambar dibawah ini.

Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS

2. Dari menu SPSS sobat Pilih Analyze – Kalu klik Regression – Kemudian klik Linear. Tampilan seperti gambar dibawah ini.

Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS

3. Muncul kotak dialog dengan nama Linear Regression. Langkah berikutnya masukkan variabel Konsentrasi Belajar (Y) ke kotak Dependent. Lalu masukkan variabel Mengajar Guru (X1), Gaya Mengajar (X2), Motivasi Siswa (X3), dan Minat Belajar (X4) ke kotak Independent (s). dan klik Plots..

Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS

4. Setelah sobat klik Plots…maka akan mucul kotak dialog dengan nama Linear Regression:Plot. Selanjutnya berikan tanda ceklist (V) pada pilihan Histrogram dan Normal probability plot, abaikan yang lainnya dan klik Continue

Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS

5. Langkah yang terakhir adalah kili OK, maka akan muncul tampilan output SPSS sebagai berikut (Perhatikan pada bagian Chart):

Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS

Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Berdasarkan tampilan output chart di atas kita dapat melihat grafik histrogram maupun grafik plot. Dimana grafik histrogram memberikan pola distribusi yang melenceng ke kanan yang artinya adalah data berdistribusi normal. Selanjutnnya, pada gambar P-Plot terlihat titik-titik mengikuti dan mendekati garis diagonalnya sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.

Penting : Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS dapat menyesatkan peneliti kalau tidak hati-hati dalam menafsirkannya. Mungkin kelihatannya berdasarkan digambar grafik histrogram maupun grafik plot distribusi datanya normal, padahal secara statistik dapat berarti sebaliknya. Oleh karena itu, untuk mendukung atau membuktikan hasil uji normalitas grafik perlu dilakukan Uji Normalitas Rumus Kolmogorov-Smirnov atau Uji Nomalitas dengan Shapiro-Wilk

Demikian artikel dengan judul Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS semoga bermanfaat dan jelas penjelasannya,hehe. Terimakasih telah berkenan membaca.

[Search : Uji Normalitas dengan Grafik Histogram dan P-Plot SPSS, Cara Melakukan Uji Normalitas Grafik Histogram dan Probability Plot SPSS versi 21, Langkah-langkah Uji Normalitas Grafik Histogram dan Probability Plot lengkap dengan Gambar]
[Img : Dokumen admin dari SPSS versi 21]
[Rujukan : Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit UNDIP. Hal 161-163]

9 komentar:

  1. Selamat bereksporasi dengan SPSS.. terimakasih

    ReplyDelete
  2. Selamat pagi, artikel anda sangat menarik..
    Ada yang ingin saya tanyakan, jika data tidak normal salah satu alternatif supaya data tersebut normal adalah tranformasi data menggunakan Ln, namun jika setelah pakai Ln data tetap tidak normal apakah ada solusi lain agar data tersebut jadi normal ? Mohon bantuannya... Terima kasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat pagi.. jika mas memakai data skunder dalam jumlah mbanyak.. outlier mungkin jadi salah satu solusi agar distribusi data normal.. namun jika tetap tidak normal juga...mas dapat menggunakan statistik non parametrik

      Delete
  3. Mas sahid, sy mau nanya, di contoh data disebutkan misalnya x1=101. 101 itu berasal dr mana ya?
    Bagaimana jika sy punya x1.1, x1.2 dan x1.3? Apakah x1.1, x1.2 dan x1.3 dijumlahkan semua baru dirata2kan untuk mendapat x1? Terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa memakai menjumlahan dari x1.1 s/d x1.3 atau memakai nilai rata-ratanya..toh hasilnya sama kok mas..

      Delete
  4. mas sahid, saya mau tanya, kalau uji regresi linier sederhana apakah perlu uji asumsi klasik?
    dan apakah uji normalitas hanya perlu dilakukan untuk regresi linier berganda saja? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu saja perlu uji normalitas untuk regresi sederhana maupun berganda

      Delete
  5. Mas mau tnya, kalo yg di uji validitas itu gmn caranya supaya hasilnya valid? Apa harus di ubah angka2 datanya?

    ReplyDelete

Pengunjung yang baik pasti meninggalkan komentar yang bijak dan membangun, terimakasih