Cara Mengatasi Soal Angket yang Tidak Valid

Cara Mengatasi Soal Angket yang Tidak Valid | Banyak temen-temen yang bertanya tentang bagaimana Cara Mengatasi Soal Angket yang Tidak Valid setelah dilakukan uji validitas dengan SPSS. Sebelum saya membahas tentang solusi mengatasi permasalah tersebut, terlebih dahulu saya akan menjelaskan mengapa item soal dalam angket yang sobat buat dengan susah payah itu ternyata setelah di uji validitas hasilnya menyatakan bahwa item angket tidak valid. Angket tidak valid bisa disebabkan oleh beberapa hal yakni : Soal yang dibuat kurang jelas sehingga membuat para responden bingung memilih jawaban yang mana. Sebab lain angket tidak valid yakni karena jawaban yang diberikan oleh responden tidak konsisten. Ketidakkonsistenan ini bisa dikarenakan responden malas menjawab terhadap item soal angket yang kita berikan atau secara sederhana reponden menjawab soal tersebut asal-asalan, sehingga item yang seharusnya mendapatkan nilai jawaban tinggi malah menjadapatkan jawaban rendah atau sebaliknya.

Kriteria Angket Dikatakan Valid atau Tidak Valid

Seperti yang kita ketahui bersama dalam uji validitas dengan program SPSS, Item anget dinyakatan valid jika nilai rhitung > nilai rtabel. Sebaliknya, jika nilai rhitung < nilai rtabel item angket tersebut dinyatakan tidak valid. Untuk memperjelas pemahaman sobat berikut saya tampilkan contoh anget yang valid dan yang tidak valid setelah dilakukan uji validitas dengan SPSS.

Cara Mengatasi Soal Angket yang Tidak Valid

Setelah mengetahui penyebab mengapa angket tidak valid, dan mengetahui kriteria angket yang valid maupun yang tidak valid. Selanjutnya, saya akan memberikan Cara Mengatasi Soal Angket yang Tidak Valid. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi item angket penelitian yang tidak valid, yaitu :
  1. Memperbaiki pertanyaan dalam angket yang tidak valid dan membagikan ulang kepada responden untuk dijawabnya. Tentunya jika item angket di ulang, pertanyaan yang disusun harus lebih baik dari sebelumnya, Sekaligus peneliti harus memastikan bahwa responden menjawab pertanyaan tersebut dengan serius. Kelemahan dari cara ini adalah membuang banyak waktu, dan tidak ada jaminan bahwa angket yang ulang dapat valid setelah di lakukan pengujian kembali
  2. Melakukan drop terhadap angket yang tidak valid. Drop disini maksudnya membuang item-item soal yang tidak valid setelah dilakukan pengujian atau dengan kata lain tidak mengikutkan nilai item anget yang tidak valid dalam perhitungan selanjutnya, seperti uji reliabilitas. Namun jika item soal dalam angket tersbut dianggap penting, maka lakukan langkah pertama atau langkah ketiga ini.
  3. Cara lain yang bisa dilakukan untuk Mengatasi Soal Angket yang Tidak Valid adalah dengan melakukan prediksi angket valid. Maksudnya begini, sobat bisa mengubah nilai-nilai anget yang dianggap menggangu dan membuat nilai anget tersebut tidak valid. Namun ingat ini haya PREDIKSI, jika setelah nilai diubah dan uji, item angket tersebut menjadi valid, maka selanjutnya lakukan cara yang pertama, namun dengan memberikan penekanan terhadap responden dan banyak berdoa agar jawaban yang diberikan responden sesuai dengan prediksi yang sobat buat tadi. Jangan mengubah nilai angket tandapa melakukan cara yang pertama, karena itu termasuk manipulasi data dan tidak saya anjurkan.

Tips dari saya sebelum memutuskan untuk menyebar angket kepada responden, gunakanlah angket uji coba dulu dan diberikan kepada reponden uji coba jugan dengan jumlah yang lebih sedikit, sehingga jika terjadi permasalahan tidak valid, untuk solusinya dapat lebih mudah karena responden uji coba hanya sedikit.

Bagaimana sobat, mudah-mudahan cukup jelas ya, semoga postingan ini dapat menjadi jawaban bagi pertanyaan-petanyaan kemarin tentang uji validitas. Untuk, keputusan mau pakai cara yang mana itu tergantung pada kebutuhan penelitian dan waktu sobat. Terimakasih.

[Search : Cara Mengatasi Soal Angket yang Tidak Valid, Solusi mengatasi Item Angket yang Tidak Valid, Tips membuat angket valid dalam penelitian, ketahui penyebab angket tidak valid, Kriteria Angket Dikatakan Valid atau Tidak Valid]

155 Responses to "Cara Mengatasi Soal Angket yang Tidak Valid"

  1. ass,,pak sahid saya mau tanya,,saya sudah bikin kuesioner 15,,tapi setelah di uji yang valid hanya 4 pak,,mohon sarannya pak biar kuesioner saya banyak yang valid,,,terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wss. maaf kalau agak lama balesnya.. Penyebab tidak valid adalah jawaban responden yang tidak konsisten.. jawaban tidak konsisten bisa jadi karena pertanyaan atau item angket kurang jelas.. solusinya bisa dengan cara memperbaiki angket dan menyebar ulang kerespondenya pak... terimakasih

      Hapus
  2. Pak saya mau tanya, misalkan seorang peneliti menyebarkan uji coba kuesioner sebanyak 30 buah, kemudian hasil kuesioner uji coba tersebut valid dan reliable.

    Kemudian peneliti itu menyebar lagi dalam skala besar misal 100, yang datanya dipakai untuk uji-uji lainnya.

    Dalam hasil penelitiannya, dia menggunakan data kuesioner uji coba sebanyak 30untuk uji coba validitas dan reliabilitas, sedangkan dalam uji coba yang lain (sisanya) dia menggunakan data yang 100.

    Pernyataan ini saya dapat dari beberapa dosen dan mereka bilang boleh-boleh saja karna memang uji valid dan relible digunakan utnuk mengukur alat penelitian, tetapi saya masih ragu, mohon pencerahannya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada penelitian yang langsung berapapun datanya di uji validitas dan reliabilitas,,, namun ada juga yang pakai uji coba misal sebanyak 30 sampel.. nah jika dengan 30 sampel tersebut tenyata hasilnya valid dan reliabel.. maka tidak perlu di uji lagi untuk sampel yang sesunggunya

      Hapus
  3. Mau tanya salah satu pertanyaan kuesioner saya menanyakan anak sering membawa tas jenis apa ke sekolah hampir semua menjawab jenis ransel (pilihan 1)...jadi hasil uji validitasnya tidak valid....jadi bagaimana ya pak?pertanyaannya penting untuk dimasukkan ke hasil

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang betul.. jika semua jawaban sama maka dianggap tidak valid.. atau nilai korelasi di spss tidak muncul..solusinya bisa memakai prediksi data mbak..mencari dengan pengamatan apakah memang betul semua tas yang dipakai adalah ransel

      Hapus
    2. saya mau tanya min , kalo variabel X saya ada 4 dgn variabel y. maka saya harus uji validitasnya seperti apa?

      Hapus
  4. Mau tanya pak, bagai mana cara mengatasi kuesioner, yang sudah dinyatakan valid, namun saat di uji reliabelitasnya, dinyatakan bahwa kuesioner tersebut tidak reliabel...
    bagaimana cara mengatasinya pak? agar kuesioner tersebut dapat dikatakan reliabel...
    terimakasih pak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam kasus seperti ini ada dua solusi yang bisa diakukan seperti yang sudah saya jelaskan pada artikel di atas yakni dengan memperbaiki redaksi kuesioner lalu disebar ulang,,, atau menggunakan prediksi data

      Hapus
  5. pak nanya, jika saya membuat soal angket dengan lebih dari satu jawaban setiap soalnya (satu soal boleh menjawab >1 jawaban), bagaimana validasinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prinsipnya sama pak.. misal pilihannya 5.. jika nanti validitasnya pakai pearson maka mas tinggal mengkorelasikan antara item pertanyaan yang dijawab responden dengan skor totalnya mas

      Hapus
    2. Terima kasih sebelumnya Pak penjelasannya sangat jelas dan memuaskan, namun saya masih bingung dalam memasukan angka data ke tabel. Jika lebih dari 1 jawaban, kita memasukkan angka ke data tidak bisa dilambangkan dengan angka 1,2,3 seperti biasa pak? Jika memungkinkan, bisakah Bapak menberikan contoh. Terima kasih.

      Hapus
    3. Silahan cari video saya di youtube dengan keyword :Video Uji Validitas dan Reliabilitas Dengan SPSS

      Hapus
  6. pak saya ijin tanya
    apabila setelah angket di validasi expert judgment, langsung disebar ke responden bagaimana pak? karena responden hanya 22 orang

    BalasHapus
  7. Pak maaf sebelumnya saya mau tanya, saya kan punya data Alpa crounh 0,599 bisa dikatakan reliabel tidak pak, klo bisa menurut siapa dan dibuku apa ya terima kasih atas bantuannya. Wahyu

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIDAK REABEL KARENA HARUS LEBIH BESAR DARI 0,6 MENURUT BUKU C TIHARJI

      Hapus
    2. TIDAK REABEL KARENA HARUS LEBIH BESAR DARI 0,6 MENURUT BUKU C TIHARJI

      Hapus
    3. TIDAK REABEL KARENA HARUS LEBIH BESAR DARI 0,6 MENURUT BUKU C TIHARJI

      Hapus
    4. TIDAK REABEL KARENA HARUS LEBIH BESAR DARI 0,6 MENURUT BUKU C TIHARJI

      Hapus
    5. betul sekali pak..terimakasih telah membantu mas wahyu..;D

      Hapus
  8. mau ikut tanya.
    apa saja yang menyebabkan butir angket ada yang tidak valid?

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena distribusi jawaban dari responden tidak konsisten.. barangkali ada beberapa responden yang asal menjawab atau mungkin asal menjawab karena mereka bingung dengan isi kuesionernya mas bagas

      Hapus
  9. mau tanya pak...apa jawaban kuesioner "benar - salah" itu nilai aplha cronbachnya selalu rendah bila diuji di SPPP....trimakasih sblmnya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak selalu kok mbak nilai alpha cronbachnya kecil.. bisa kok mbak di uji dengan spss maupun excel..

      Hapus
  10. Saya mau bertanya, berapakah minimal responden untuk uji validitas dan untuk penyebaran kuesioner sesuai dengan teori-teori. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk teori pastinya saya belum menemukan pak..yang jelas yang umum dipakai di buku-buku penelitian adalah 20 atau 30 responden untuk uji validitas dan reliabilitas

      Hapus
  11. Terima kasih informasinya sangat bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama senang bisa membantu saudara

      Hapus
  12. Mau tanya pak, kalau ada item pernyataan yang tidak valid kemudian di drop lalu dilakukan uji reliabilitas dan regresi, apakah sewaktu uji regresi tersebut item yang telah di drop dihapus juga dalam perhitungan untuk uji regresinya? Mohon pencerahannya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Item yang di drop tidak ikut dihitung dalam analisis selanjutnya dalam hal ini regresi

      Hapus
  13. assalamualaikum wr wb.. pak..
    saya mau tanya pak... bagaimana cara uji validitas dan reabilitas atas 2 skala nominal dan ordinal sementara skornya kan beda...

    BalasHapus
  14. Wa'alaikumsalam.. perbedaan skala itu terdapat dalam satu variabel atau variabel yang berbeda??

    BalasHapus
  15. Pak kenapa ya data saya vak valid terus . Padahal jawaban kuesioner banyk yg setuju dan tidak ada jwaban ygg tidak setuju ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawaban dengan skor tinggi tidak selalu menetukan sebuah item kuesioner valid mbak savira

      Hapus
  16. selamat siang

    kuesioner saya sudah uji sampel, dan semua sudah valid dan reliabel
    tetapi jika didalam peyebaranya ada beberapa item pernyataan yang tidak saya gunakan (atau dibuang) apakah diperbolehkan.

    mohon pencerahanya apa yang harus saya lakukan
    terimakasih atas perhatianya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan saya mengapa item-item tersebut harus dibuang?? Drop out atau pembuangan item kuesioner itu dilakukan ketika item kuesioner tersebut tidak valid mas

      Hapus
  17. assalmualaikum pak mau ikut tanya juga,kenapa semua jawaban yg relatif positif hasilnya malah tidak valid ya pak ?
    apakah jawaban harus bervariasi tiap responden ?
    terimakasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam.. iya betul,, nilai tinggi semua tidak jaminan bahwa item akan valid mbak

      Hapus
    2. Maaf mau ikut gabung bertanya diskusinya. Melanjutkan pertanyaan di atas, lalu apa yg menjadi penentu nya supaya peluang validnya besar ??? Terima kasih

      Hapus
  18. pak, mau nanya jika ada data yg tdk valid apakah hrs dilakukan pengujian ulang ? soalnya data saya ada yg tdk valid & tdk dilakukan pengujian ulang hanya mengeluarkan data yg tdk valid tsb . terima kasih mohon balasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak harus selalu dilakuan penyabaran kuesioner ulang mbak.. jika yang tidak valid hanya sedikit dan indikator dari variabel masih terwakili maka mending pakai cara drop out aja

      Hapus
  19. selamat malam pak...mau tanya...misalnya kuesionernya cuma memiliki 1 pertayaan...apakah bisa divalidkan??kalau misalnya tidak bisa divaalidkan,apa penyebabnya...makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika hanya 1 pertanyaan maka tidak bisa dengan menggunakan merode perason product momen.. jika hanya satu pertanyaan maka menggunakan validitas ahli saja pak

      Hapus
    2. Assalamualaikum pak. Selamat siang. Saya mau tanya, kalau satu item pertanyaan kan menggunakan validitas ahli. Apakah terdapat dasar atau buku yang mendukung pernyataan tersebut?
      Terimakasih

      Hapus
  20. Assalamualikum pak sahid.. Saya mau tanya.. menggunakan uji valid apakah kuisioner dengan nilai 1 jika jawaban benar dan 0 jika jawaban salah? Saya sudah mencoba menggunakan pearson.. Tp dari 39 pertanyaan cm 6 soal yg valid. Mohon solusinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam.. alternatifnya:
      1. Sebar ulang
      2. Prediksi data

      Hapus
  21. Assalamualaikum, pak Sahid, saya mau bertanya, saya menyusun angket dengan 25 item, setelah di uji validitas, gugur 17 soal pak, sehingga item saya tersisa 8 pak, namun aspeknya tidak ada yg gugur dan item yang tersisa masih mewakili aspek saya, yang mau saya tanyakan pak, apakah saya masih dapat menggunakan angket tersebut dengan membuang 17 item gugur dan hanya menggunakan 8 item tersisa pak? Terumakasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam,, jawaban saya boleh memakai 8 item tersisa dengan catatan 8 item tersebut mampu mewakili indikator dari variabel yang mau diteliti

      Hapus
  22. Saya kan sudah melakukan uji chi square.dan hasil.a angka.Asymp.sig.nya.. 516 valid ngk mas???
    Mohon pencerahannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji Chi square itu digunakan untuk mengetahui hubungan mas.. jika nilai sig 0,516 > 0,05.. maka tidak ada hubungan mas

      Hapus
  23. mau bertanya pa, apabila soal yg tdk valid sudah diperbaiki dan akan diuji coba ulang, apakah menyertakan kmbali soal yg valid atau yg diuji cobakan yg validnya saja ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh disertakan kembali yang tidak valid.. ada kemungkinan juga tidak valid bukan karena soalnya jelek namun karena respondennya asal dalam menjawab

      Hapus
  24. pak mau Tanya, saya sedang penelitian skripsi, saya sudah menguji kuesioner saya dengan validitas dan reliabilitas. angka alpha croanbach menunjukkan rata2 0.95, namun untuk validitas tiap butir soal complang campling pak, ada yg tinggi dan juga rendah/tidak valid. kira2 gimana pak? apa yg mempengaruhi nilai validitas? jawaban responden atau susunan pertanyaan yg berpengaruh pak? mohon pencerahannya.terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawaban responden sangat mempengaruhi kevalidan item kuesioner..yang tidak valid kalau jumlahnya cuma sedikit maka bisa di drop aja pak

      Hapus
  25. jawaban ragu-ragu dalam kuesioner 5 skala(sangat setuju, setuju, ragu2, tdk setuju, sangat tdk setuju) mempengaruhi hasil gak valid dan gak realiabel kah??? buat ngehindarin hasil gak valid dan gak realiabel, responden sebaiknya harus ngisi kuesionernya gimana??? mohon pencerahannya. terimakasih

    BalasHapus
  26. Maksudnya prediksi data itu seperti apa ya Pak? Kuesioner saya valid tapi 3 variabel menyatakan tidak reliabel. Mohon informasinya

    BalasHapus
  27. Assalamualaikum wr. wb

    terima kasih kepada pak Sahid karena telah membuat tutorial-tutorial yang sangat membantu dalam uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian saya

    yang ingin saya tanyakan adalah kuesioner yg tidak valid, saya sudah uji coba dengan repsonden 30 dengan item pertanyaan 39 dan hasilnya ada yg valid dan ada beberapa yang tidak valid. saya juga baca komen2 sebelumnya bahwa kevalidan bukan dari jawaban setuju semua/ tidak setuju semua (padahal ini merupakan konsistensi!?),lalu saya coba lagi dengan drop out atau membuang yang jelek, hasilnya tetep saja ada yang valid dan tidak lalu apa yang dibutuhkan supaya valid, apakah keberuntungan , apakah spss ini cuma software keberuntungan ???

    mungkin ada yg tahu selain software pengolah angka selain spss apa saja?

    BalasHapus
  28. Pa mau tanya tentang regresi bagaimana jika t nya minus tetapi sigmanya ditrima, minta pencerahannya pa

    BalasHapus
  29. mau tanya pak..
    kalau uji validitas kan r hitung > r tabel
    kalau uji reliabilitas apa syaratnya ya ?
    lalu saya coba uji validitas pakai SPSS tapi kenapa selalu tidak bisa ya ?
    selalu muncul begini
    "The processor is currently executing a command. It cannot execute this command until it completes the previous one."
    padahal saya tidak sedang melakukan command yg lain, baru buka SPSS langsung input data dan coba uji validitas, tapi selalu begini.. mohon pencerahannya pak, saya sedang dalam tahap menjalankan skripsi..

    BalasHapus
  30. pak saya mau tanya, saya menyebar kuisioner dengan 69 butir pertanyaan. ternyata 30 diantaranya unvalid. solusi yang lebih baik evaluasi kuisioner atau melakukan drop ya?

    BalasHapus
  31. Halo Pak Sahid, mau bertanya untuk menghitung validitas kan ada 2 cara yaitu dengan membandingkan R hitung>R tabel dan yang kedua jika item >0,05 menurut Hair et al, 2006:797

    manakah yang lebih baik ya Pak? karena saya mencoba 2 cara tersebut dan mendapat hasil yang berbeda

    Terima kasih, mohon bantuannya

    BalasHapus
  32. pak jika data diuji sudah valid dan reliabel tapi saan di uji regresi berganda data tidak signifikan, apakah ada cara untuk membuat data itu menjadi signifikan tanpa merubah data? trimakasih

    BalasHapus
  33. pak, saya mau bertanya.. saya rencana penelitian di tiga rumah sakit yang berbeda tapi masih dalam 1 wilayah.. apakah untuk uji validitas harus di tiga rumah sakit yang berbeda juga termasuk wilayah? atau boleh pilih satu rumah sakit saja? kemudian, berapa sampel responden yang saya ambil untuk uji validitas? terima kasih atas jawabannya pak...

    BalasHapus
  34. pak saya kan membagi ke 83 responden keseluruhannya. tetapi saya pretest dulu ke 30 dan ternyata yg valid hanya 18 pak. ada beberapa variabel yg mewakili yg tdk valid. jika saya perbaiki pertanyaan nya yg terkit variabel tdk valid. apakah bolepak. teyapi saya langsung membagikan ke 53 responden sisa dari pretestnya trmkasih

    BalasHapus
  35. terima kasih, sangat membantu :)

    BalasHapus
  36. Pak saya sedang skripsi namun saya uji validitas ada yg valid atau tidak .. itrm pertanyaannya 30 butir .. harus dirubah pertanyaannya atau bagaimana .. apakah jawaban responden yang sama membuat suatu data tu tidak valid .. mohon pencerahannya ..

    BalasHapus
  37. Assalamualaikum, Pak semisal yang saya drop out adalah salah satu respondennya yang jawabannya membuat tidak valid bagaimana pak? Apakah ada teori yang bisa mendukung untuk meyakinkan tindakan saya ini? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam.. drop out itu untuk item pertanyaan mbak, bukan untuk responden.. jika jawaban yang diberikan tidak representatif maka.. mending ganti responden saja

      Hapus
  38. Mau tanya.jika pada penelitian saya terdapat 5 alternatif jawaban dan nilai skor jawaban 1-5.nah berapa skor yg dianjurkan agar butir pernyataan valid?

    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok skor yang di anjurkan pak.. hehe.. natural saja sesuai jawaban responden lalu bapak uji validitas

      Hapus
  39. Maaf pak saya mau nanya. Apakah data yg valid tetapi tidak reliabel dapat dilakukan penelitian selanjutnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak bisa mbak.. karena uji validitas dan reliabilitas itu adalah syarat mutlak angket dapat digunakan sebagai instrumen penelitian

      Hapus
  40. Selamat pagi pak Sahid
    Pak saya mau tanya,
    saya menyebarkan kuisioner dengan total 21 butir pertanyaan untuk var. X dan 14 butir pertanyaan untuk var. Y, dan setelah diuji validitas dan realibel semua butir pertanyaan saya. 21 dan 14 butir pertanyaan itu semuanya VALID dan REALIBEL pak, tidak ada 1 pun yang gugur,
    Nah ... apakah kasus seperti ini dianggap sah pak, dan tidak menimbulkan kejanggalan ?
    sedangkan saya melihat hasil teman2 saya, mereka ada butir pertanyaan yg TIDAK VALID.

    Mohon balasannya pak,
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. sah sah saja mbak.. itu wajar kok mbak..

      Hapus
  41. pak mau nanya. untuk uji coba kuesioner minimal berapa responden yah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam beberapa referensi memang tidak dijelaskan berapa batas minimal jumlah responden untuk tryout dalam uji validitas.. umumnya untuk uji coba menggunakan sample uji coba sebanyak 20 atau 30 responden diluar sampel namun masih merupakan bagian dari populasi

      Hapus
    2. Berarti harus dalam populasi yang sama ya pak ? Kalau di luar populasi tapi dengan mencari responden uji validitas yg homogen, boleh tidak pak ?

      Hapus
  42. mau tanya pak, saya menggunakan analisis SWOT dengen responden expert sebanyak 18, perlukah di uji validitas dan reabilitas? adakah sumber literaturnya?

    terima kasih

    BalasHapus
  43. asssalamualaikaum pak untuk melihat valid atau tidaknya dari jumlahnya atau yang mana..
    terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alakumsalam.. untuk metode validitas pearson melihatnya pada nilai korelasi antara item pertanyaan dengan skor totalnya atau jumlahnya pak

      Hapus
  44. Selamat sore pak
    buku yang membahas lebih jelas tentang melakukan drop terhadap angket yang tidak valid, bukunya karangan siapa ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukunya pak joko widiyanto.. ada bisa melihat cover bukunya di halaman daftar pustaka blog ini

      Hapus
  45. Pak saya mau nanya. Apakah kuisioner yang sudah baku perlu di uji validasi dan reliabel?
    Saya melakukan penelitian dengan menggunakan kuisioner yang sudah baku, namun saya coba uji sebanyak 30 sampel dan ternyata ada 3 item pertanyaan yang tidak valid, sementara kuisioner tersebut sudah baku. Bagaimana yah pak,mohon pencerahannya pak. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksud sudah baku yang mbak maksud seperti apa?

      Hapus
  46. mau tanya, sumber rujukan daftar pustaka yang poin no 2 jika data tidak valid tidak diikuti uji realibiltias, menurut siapa dan sumber pustakanya?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. salah satu buku yang membahas tentang tidak dimasukkannya item yang tidak valid untuk uji reliabilitas adalah bukunya pak joko widiyanto.. bapak bisa melihat cover bukunya di daftar pustaka blog ini

      Hapus
  47. pak mau nanya, saya mempunyai 5 pertanyaan dalam 1 variabel, kelima pertanyaan tersebut tidak valid dan reliabel. rata-rata responden menjawab setuju (4) dan sangat setuju (5). saya menggunakan skala likert 1 - 5

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa jadi banyak responden bapak yang asal dalam menjawab soal angket yang bapak berikan..sehingga jawaban yang berikan tidak representatif untuk uji validitas

      Hapus
  48. selamat malam, maaf Pak mau tanya, ketika pertanyaan tidak valid, itu karena ketidak konsistenan terhadap jawaban pada pertanyaan tersebut. maksudnya tidak konsisten itu gimana ya Pak? karena pada kasus saya, pernyataan begitu jelas dan sederhana, tapi ketika di uji, hasilnya tidak valid. mohon pencerahannya Pak. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak konsisiten disini adalah misal 1 responden menjawab dengan skor lima padahal mayoritas jawaban yang berikan oleh reponden medapat skor satu.. inilah yang saya maksud dengan tidak konsisten

      Hapus
  49. Pak saya mau tanya, sampel saya 145 respondent. Dan saya baru menyebarkan angket kepada 20 responden dan hasilnya ada beberapa yg tidak valid dari 10 item pertanyaan.
    Minta saran dong, dilanjutin penyebaran angketnya atau bagaimana?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. diperbaiki dulu redaksi angket yang tidak valid lalu lakukan penyebaran ulang kepada 20 responden

      Hapus
  50. salam pak saya mau bertanya saya mengunakan kuesioner yang udah valid dari penelitian sebelumya namun saya menambahkan satu variabel baru dalam penelitian trsebut sehingga saya membentuk kalimat pertanyaan sendiri namun berdasarkan poin-poin observasi yang ada dan telah digunakan oleh peneliti sebelumnya. pada variabel dependen saya hanya menggunakan lembar observasi dan saya tambahkan dengan lembar observasi yang telah baku digabungkan. apakah saya perlu melakukan uji validatas lagi unutk alat ukur saya pak? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam.. sebatas pengetahuan saya, sebaiknya uji validitas tetap dilakukan mbak..untuk melihat apakai item tersebut layak digunakan untuk mengukur variabel yang mau diteliti.. walaupun redaksi soal dalam kuesioner sudah pernah digunkan oleh peneliti yang lain dan menunjukkan hasil yang valid..karena pada dasarnya penelitian kuantitatif adalah untuk menguji teori

      Hapus
  51. Selamat pagi pak mau tanya. Apabila waktu melakukan uji coba instrumen dari 28 pertanyaan ada 13 pertanyaan yg tidak valid dan salah satu indikatornya menjadi gugur bagaimana pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tidak valid maka gugur menjadi instrumen penelitian

      Hapus
  52. Faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan dalam proses penyusunan kuesioner ?

    terima kasih

    BalasHapus
  53. Selamat pagi pa, mau tanya cara lain untuk mengetahui itu relibel selain dari crobanch alpa ada ga pa cara lain ?

    BalasHapus
  54. Saya mau tanya pak. Dlm uji baliditas pernyataan saya ada yg tidak valid. Nah jika mau uji reliabilitas apakah butur pernyataan yg tidak valid dibuanag dulu ya pak? Atau bolehkah jika tdk dibuang?

    BalasHapus
  55. Pak maaf saya mau tanya saya membuat 25 pertanyaan dan yang valid hanya ada 7.. Kata bapak solusinya bisa mengunah item pertanyaaan dan menyebarkanya lagi?? Saya sudah lakukan beberapa kali dan hasilnya hanya valid 10 saja.. Selain itu ada cara lain atau tidak yah pak? Atau bisa mengubah skor jawaban responden??? Tetapi berapa skor yang harus saya masukan agar valid semuanya pak? Mohon dijelaskan yah pak terima kasih

    BalasHapus
  56. assalamualaikum
    pak saya mau tanya kalau cuma ada 1 pertanyaan di kueioner kan katanya menggunakan validitas ahli.
    validitas ahli itu yg bagaimana pak?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. validitas ahli bisa merujuk pada jurnal ataupun pendapat yang sudah menggunakan kuesioner tersebut.. atau lebih sederhana kuesioner yang mbak pakai di ACC oleh pembimbing jika akan digunakan untuk skripsi

      Hapus
  57. Assalamualaikum pak, mohon pencerahannya, saya sedang validasi kuesioner mengenai harapan pasien thdp mutu pelayanan dokter, dan memang jawaban orang2 rata-rata berkisar antara skor 3/4 (penting/sangat penting). Sehingga dari 23 item pertanyaan, hanya 3 yang valid. Itu bagaimana ya pak?

    BalasHapus
  58. pak mau menyakan apa perbesaan uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan skala guttman atau kuesiner benar salah ya pak? mohon bantuannya trimakasih. minta tolong bagaimanana cara mencarinya

    BalasHapus
  59. Assalamu'alaikum . pak saya mau bertanya. apakah suatu kuisioner boleh hanya memuat pernyataan yang bersifat postif dimana seluruh jawaban yang diharapkan adalah jawaban positif dengan pengukuran skala likert, jadi tidak ada dalam bentukpernyataan negatif. apakah boleh pak?

    mohon jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alakumsalam.. boleh saja mbak.. itu umum dilakukan..namun jika belum terlanjur saran saya dibuat bervariasi dengan pertanyaan yang sifatnya positif dan negatif..

      Hapus
  60. assalammualaikum pak saya mau bertanya.. saya sudah uji validitas, dan teman saya menyarankan untuk menggunakan 0,5 dengan hasil yang dibaca adalah sig 2 tailed nya, tidak menggunaka R tabel. apakah itu boleh?

    yang selanjutnya adalah, setelah diuji reliabilitas ternyata banyak variabel yang tidak reliabel. itu sebaiknya bagaimana ya pak? mohon jawabannya.. terimakasih sebelumnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam.. boleh memakai nilai sig boleh juga menggunakan nilai r hitung dalam uji validitas.. jika ternyata tidak reliabel maka lakukan penyebaran ulang

      Hapus
  61. Assalammualaikum pak. Saya mau bertanya. Hasil pengujian item pertanyaan saya dari 56 item yang tidak valid ada 17 pertanyaan. 30% yang tidak valid dan sudah tidak sempat waktu untuk melakukan penyebaran ulang kues. Saya diminta untuk mencari 'statement' orang yang mengatakan bahwa lebih dari sekian persen validnya masih bisa digunakan sbg penelitian. Saya menemukan di website mengatakan asal lebih dari 50% yang valid tidak masalah. Apakah bapak punya referensi yang mengatakan tentang minimal berapa % yang valid supaya layak?
    terima kasih pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam.. prinsipnya adalah variabel itukan diperluas dengan dimensi, dimensi dijabarkan menjadi indikator, indikator dijabarkan mejadi item soal kuesioner.. jadi jika item kuesioner tersebut masih memenuhi indikator untuk variabel penelitian maka masih layak digunakan untuk menentukan variabel penelitian

      Hapus
  62. mas cara menghitung atau mencari r table nya bagaimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. r tabel dicari berdasarkan jumlah N atau sample yang bapak pakai dalam penelitian.. dicarinya pada Disribusi nilai Tabel Statistik

      Hapus
  63. Assalamualaikum. sy mau bertanya pak, Dalam penelitian kuantitatif ada 30 item pernyataan kuesioner yang sudah dikonsultasikan dg pakar validasi untuk tryout pada responden dalam sampel penelitian. Pertanyaannya, 1. apakah hal itu tidak bertentangan dengan prosedur tryout yang seharusnya responden diambil diluar sampel namun masih bagian dari populasi? 2. Didapat 30 item valid dan realibel, selanjutnya untuk memperoleh data penelitian diambil lagi dari sampel penelitian dengan menyebar kuesioner kedua kalinya agar mendapatkan skor. Apakah boleh prosedur tsb pak? Mohon solusinya pak, ini hanya berkaitan tentang prosedur penyebaran. apakah ada miss langkah atau tidak. Terimakasih.

    BalasHapus
  64. Assalamualaikum pak, saya mau tanya, tipe kuesioner seperti apa yang tidak perly di lakukan uji validasi ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam, semua intrumen penelitian harus divalidasi pak.. walaupun dalam uji validitasnya menggunakan metode yang berbeda-beda satu dengan yang lain

      Hapus
  65. Ass,, mau tanya mengenai menganti intem peryataan kuesioner baku tanpa menambah jumlah pertannyaan apakah boleh pak? trimah kasih

    BalasHapus
  66. Assalamualaikum mas Sahid, saya mau tanya jika variabel independen adalah dummy (0,1) perlukah dilakukan uji valid dan reliable? Jika perlu bisa tolong dijelaskan caranya. Terimakasih mas Sahid.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam.. jika salah satu menggunakan jenis variabel dummy maka validitasnya menggunakan validitas ahli

      Hapus
  67. salam. pak angket saya sudah valid, sudah reliabel dan sudah normal, tapi pada saat uji multikolinearitas, salah satu variabel saya dinyatakan tidak layak. itu kendalanya dimana ya pak? mohon bantuannya. terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika begitu kasusnya maka sebaiknya lakukan transformasi data dulu ya mbak.. semoga bisa di atasi dengan cara itu

      Hapus
  68. Halo kak, mau tanya....
    Pada uji reabilitias yg saya lakukan, dr N=100 ada Excluded=36 pada case processing summary....
    Namun uji reabilitas Cronbach's alpha nya realible 0.843...

    Kalau kayak gitu, berarti datanya valid dan realibel atau kagak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nilai cronbach's alpha harus lebih besar dari 0,843 maka dikatakan reliabel

      Hapus
  69. Salam pak,
    Pak saya mau nanya. Bagaimana tekhnik pengambilan sampel penelitian jika jumlah populasi ada 155 orang pak?
    Katanya harus ada uji homogenitas sampelnya. Saya sudah baca literasinya pak. Tapi saya masih bingung. Saya mohon penjelasan dari bapak, bagaimana nantinya saya dalam menetapkan sampelnya?
    Terimaksih, salam.

    BalasHapus
  70. assalamualaikum pa. saya mau tanya. saya melalkukan uji validitas dan mendapatkan semua hasil yang valid, namun pada saat melakukan uji reliabilitas hasil dari cronbachlphanya rendah. apakah rendah masih termasuk reliabel? dan apa solusinya jika croncbachalpanya rendah? mohon bantuannya ya pak. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam. wr.wb. jika hasil uji menunjukkan bahwa kuesioner tidak reliabel. maka dapat dikatakan bahwa intrumen tersebut belum layak untuk merepresentasikan variabel penelitian, sehingga harus diperbaiki dulu lalu lakukan penyebaran ulang

      Hapus
  71. assalamualaikum pak, izin bertanya.
    saya sudah membuat kisi-kisi instrumen serta membuat angket, namun ketika saya serahkan pada dosen beliau ingin kisi-kisi instrumen saya serta angketnya diganti dengan yang sudah teruji/valid. saya bingung karena kisi-kisi instrumen serta angket saya tersebut sudah saya buat sebaik mungkin dengan mengacu kepada pendapat para ahli bahkan sudah saya uji cobakan.
    saya mau bertanya apakah ada kisi-kisi serta angket yang memang sudah valid dari ahlinya langsung? jika memang ada seperti apa contohnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. Kalau kasusnya seperti itu maka saran saya saudara ikuti pendapat dari dosen pembimbingnya.. diperkuat dengan teori dan bukti yang menyatakan bahwa instrumen tersebut sudah dinyatakan valid

      Hapus
  72. Assalamualaikum. Saya sedang membuat buku dengan judul inshaallah "Skripsi. Apa dan Bagaimana?" Ada satu topik yg belum sempat saya tanyakan kebebarapa pakar dan atau dosen waktu s2 dulu yg mana menjadi bagian isi dari buku saya. Mungkin anda bisa berbagi referensi kalau ada. Pertanyaan saya sederhana: Apakah instrument yg dibuat oleh ahli psikotes sebagai contoh self-esteem (rosenberg dan coopersmith yg mana mereka termasuk pencetus awal mekanisme dan isi instrumentnya dan dilengkapi dengan bukti validitas dan reliabilitasnya) kita uji ulang lagi valid dan reliablenya?.
    Pendapat saya pribadi jawabannya tidak, baik dipandang dari segi atau jenis validitasnya. Krn merekalah ahli atau penemunya. Ibaratnya kita beli sepeda motor lalu kita modif atau rombak itu motor lalu barulah kita katakan "nah. Beginilah seharusnya sebuah motor". Karena motor apapun mereknya, begitu sudah dipajang untuk dijual pastilah sudah lulus sekian macam tes. Baik dari kinerja ataupun kelengkapan aksesorisnya. Yg saya butuhkan adalah teori pendukung, krn baru dan cuman ada satu buku yg mengatukan demikian (sesuai dgn pendapat saya diatas). Kira2 menurut bapak bagaimana? Krn biasanya buku dan ahli diindinesia tidak ada satupun yg menjelaskan hal ini sehingga emua jenis questionnaire psikotes dari para ahli, pasti diuji ulangkan valid dan reliablenya. Saya kebetulan seorang dosen diIKIP Mataran NTB. Sudi kiranya bapak share penjelasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. terimakasih atas masukkannya ini menjadi ilmu baru bagi saya.. terusterang saya juga masih dalam tahap belajar pak..hehe

      Hapus
  73. Assalamualaikum
    Pak saya mau tanya apa alasan nya knp item yg tidak valid itu dibuang?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. tidak valid artinya tidak layak digunakan untuk instrumen penelitian..sehingga harus di dropout atau dikeluarkan dari daftar item kuesioner.. pengeluaran ini idealnya tidak telalu banyak sehingga dapat menggangu tingkat kepercayaan kuesioner. sebab jika banyak item yang dibuang maka pertanyaannya apakah kuesioner tersebut mampu untuk mengukur variabel yang hendak diteliti??

      Hapus
  74. Pa bagaimana jika sudah valid dan relibel tetapi uji t hitung dibawah uji t tabel? Bagaimana solusinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan mbak baca dulu pada komentar kawan-kawan di atas..;D

      Hapus
  75. Assalamualaikum,
    Pertanyaan saya: saya sudah melakukan uji valid mggunakan spss, dan semua item pertanyaan saya valid.
    Tetapi setelah saya uji model menggunakan smartpls, banyak item dari konstruk yg harus di drop agar nilainya >0,6 dan AVE >0,5
    Mohon penjelasan mengapa demikian dan bagaimana solusinya agar item perntanyaan saya tdk banyak yg harus di drop,
    Saya mohon sekali penjelasannya, hal ini sangat penting u/ saya yg sdg menyusun tesis.
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. maaf pertanyaan ini sudah dijawab pada komentar di atas

      Hapus
  76. pak, kalau pas di uji reabilitas hasilnya mines, tapi pas validitas semua butir valid.. apakah jika kuisioner disebar lagi, harus dihitung lagi validitasnya atau langsung ke reabilitas? terima ksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar bapak sudah saya jawab pada komentar sebelumnya.. tolong dibaca dulu ya

      Hapus
  77. Assalamu'alaikum pak saya ingin bertanya hasil penelitian saya sebenarnya sudah valid dan reliabel. Tetapi dosen penguji meminta merevisi kuisioner yaitu mengganti salah satu item pertanyaan dan menyebarkan lagi kuisioner yang isinya hanya 1 pertanyaan tersebut. Apakah sebenarnya boleh seperti itu pak? Terimakasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. saya kita boleh-boleh saja mbak asalkan sampel yang dipakai sama

      Hapus
  78. Assalamualaikum pak, saya ingin bertanya. saya telah melakukan uji validitas dari 41 pernyataan 34 dinyatakan valid dan 7 tidak valid. Kemudian pernyataan tidak valid tersebut dimodifikasi ulang bahasanya dan dari 1 pernyataan berubah menjadi 2 sampai 3 pernyataan yang maknanya sama (takut apabila ada 1 yang tidak valid lagi, ada penggantinya). setelah itu pernyataan saya sebar ulang ke respondend yang sama seperti uji validitas yang pertama.

    Jadi dari 7 pernyataan tersebut menjadi 18 pernyataan, nah yang saya bingung bagaimana cara menghitung uji validitas dan reliabilitasnya?

    Apakah saya menguji validitas 18 pernyataan itu sendiri atau dengan ditambah pernyataan yang valid sebelumnya 34 pernyataan (jadi ada 52 pernyataan yang saya olah ulang menggunakan spss) ?

    Apakah ada buku refrensinya?

    Mohon bantuannya. Terimakasih

    BalasHapus
  79. Assalamu'alaikum pak, mau tanya. Uji validitas saya menggunakan 3 macam variabel. Variabel 1 ada 17 soal, variabel kedua ada 2 soal, dan variabel ketiga ada 4 soal. Permasalahannya, variabel 1 menggunakan skala likert skor 1-5. Sedangkan variabel 2 dan 3 hanya menggunakan skor 1 atau 0. Saat divalidasi hasilnya variabel 2 dan 3 tidak valid. Namun, apabila dipisah, varibel 1 diuji sendiri, variabel 2 dan 3 digabungkan, mereka valid. Ini bagaimana ya pak? mohon bantuannya. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya tetap harus dipisah pervariabel mbak dalam uji validitas..

      Hapus
  80. Ass. bapak saya mau bertanya. APA ddalam penelitian deskriptif kuantitati uji validitasi itu perlu.. Trus sistematika untuk analisa nya seperti apa????? sekarang saya menggunakab analisa regresi berganda adan asumsi klasik. Lalu apa uji validitasnya prlu. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wss. jika data diperoleh dari dari kuesioner maka idealnya tetap perlu menggunakan uji validitas mbak

      Hapus
  81. selamat sore,

    saya mau taya , saya punya data sudah di olah validitas dan realibilitas sudah valid tetapi pas saya olah data ke uji simultan di tolak krna sig ,096 kegedean,

    pertanyaan saya
    bagaimana cara nya agar data yg saya udh ada dapat diolah kembali ? apa yang saya harus ubah sedikit?

    trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji simultan menunjukkan hasil tidak adanya pengaruh variabel x terhadap variabel y, sebenarnya itukan tidak masalah pak..kan tidak berpengaruhkan juga tidak apa2 dalam penelitian..karena sifatnyakan menguji teori apakah terbukti atau tidak

      Hapus
  82. Assalamu'alaikum. Pak mau tanya. Dalam penyebaran uji coba kuesioner saya ada 30 responden.
    Dari 30 responden tsb ada karyawan (20 org) dan pemilik usaha (10 org), jadi saya buat 2 kuesioner sesuai dgan permintaan dosen pembimbing saya. Nah, itu uji validitas dan reliabilitasnya dilakukan sendiri-sendiri antara karyawan dan pemilik usaha atau bagaimana Pak? Mohon bantuannya pak. Terimakasih.

    BalasHapus
  83. Assalamualaikum. Pak mau nanya. Dalam uji coba kuesioner saya ada 30 responden. Dan dari 30 responden tsb ada 2 kuesioner. 2 Kuesioner tsb terdiri dari karyawan (20 org) dan pemilik usaha (10 org). Nah, itu nnti pada saat uji validitas dan reliabilitas dilakukan sendiri2 atau bersamaan ya Pak? Mohon bantuannya. Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..saya kira lebih baik di uji sendiri-sendiri mbak

      Hapus
  84. pak,saya mau tanya. saya buat angket mengenai gambaran pola makan yg mana dalam angket tsb sya hnya menanyakan kebiasaan makan sehari2. apakah angket tsb harus divalidasi lagi ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kira untuk angket model seperti itu pakai validitas ahli saja mbak..atau dengan kata lain rujukkan jurnal atau buku tetang kuesioner yang mbak gunakan dalam penelitian

      Hapus
  85. Assalamualaikum pak
    Saya mau tanya,saya ini mahasiswa semester 7 akhir
    Sedang melakukan penelitian skripsi,sebelumnya mau tanya pak,saya sudah membuat kuesioner dan menyebarkannya pada para responden sebanyak 100 responden, satu lagi saya pernah buat google form di internet ,masalahnya disini satu pak saya sudah membuat kuesioner di google form tapi banyak yang ngisinya ngawur pak, apakah bapak mungkin punya solusi pada masalah saya ini pak terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang kalau menggunakan google from seringkali banyak yang asal dalam mengisi kuesioner tersebut..dengan berat hati saran saya perbaiki kuesioner lalu sebar ulang lagi pak

      Hapus

Pengunjung yang baik pasti meninggalkan komentar yang bijak dan membangun, terimakasih