Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Program SPSS

Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Program SPSS | Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
  1. Tida terjadi heteroskedastisitas, jika nilai thitung lebih kecil dari ttabel dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05.
  2. Terjadi heteroskedastisitas, jika nilai thitung lebih besar dari ttabel dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.

LANGKAH-LANGKAH UJI HETEROSKEDASTISITAS

1. Buka data yang ingin di uji, silahkan download datanya untuk latihan DOWNLOAD
2. Buat data unstandardized residual terlebih dahulu, caranya : Pilih menu Analyze - Regression - Linear - masukkan variabel Y ke Dependent, masukkan variabel X1 dan X2 ke Independent (s) - klik Save - pada bagian Residul, centang (V) Unstandardized (abaikan kolom yang lain) - klik Continue - klik OK (maka akan muncul variabel baru dengan nama RES_1).

Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Program SPSS

3. Selanjutnya membuat variabel abs_res, caranya: klik menu Transform, lalu klik Compute Variable..

Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Program SPSS

Maka muncul kotak dialog dengan nama Compute Variable, pada kotak Target Variable: tuliskan "abs_res", kemudian pada kotak Numeric Expression tuliskan "ABS(RES_1)", lalu klik Ok

Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Program SPSS

Terlihat pada tampilan Data View muncul variabel abs_res

Uji Heteroskedastisitas

4. Selanjutnya Pilih menu Analyze - Regression - Linear
5. Masukkan variabel abs_res pada Dependent dan masukkan variabel X pada Independent (s)

Uji Heteroskedastisitas

6. Pilih Save – hilangkan centang (v) pada Unstandardized

Uji Heteroskedastisitas

7. Klik ContinueOk untuk mengkahiri perintah. Selesai sudah, jika hasil output latihan sobat sama seperti di bawah ini, artinya sobat telah berhasil melakukan Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser

OUTPUT YANG DIHASILKAN:

Uji Heteroskedastisitas

INTERPRESTASI OUTPUT:

Berdasarkan uji heteroskedastisitas dengan metode Glesjer diperoleh nilai signifikansi 0,068 dan 0,098 lebih besar 0,05, sehingga dapat disimpulkan data tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.

Cara lain mendeteksi ada tidaknya masalah heteroskedastisitas : Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS

Demikian pembahasan kita mengenai Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser, semoga dapat bermanfaat jika ada kritik dan saran silahkan berkomentar. Selanjutnya, simak Uji Autokorelasi

[Search : Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Program SPSS, Dasar Pengambilan Keputusan Uji Heteroskedastisitas, Langkah-Langkah Uji Heteroskedastisitas]
[Img : Dokumen SPSS]
[Source : Imam, Ghozali. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit-Undip]

53 Responses to "Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Program SPSS"

  1. cara mentransformasi data gimana ya kak,kalau heteroskedatiisitas tdk normal

    BalasHapus
    Balasan
    1. ditransformasi ke bentuk logaritma mas, atau Ln

      Hapus
  2. kalau terjadi hetero bagaimana?
    apa ada syarat kalau mau pakai LOG datanya harus bernilai positif?

    BalasHapus
    Balasan
    1. setau saya gak ada ketentuan datanya harus positif mas.. karena data dipeproleh asli dari data skunder..

      Hapus
  3. menentukan t 0,025 atas dasar apa mas ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika uji 2-tailed pada uji t maka a=0,05/2 = 0,025

      Hapus
  4. kalo hasilnya pas 0,05 gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dibelakang 5 apakah 0000...jika sama persis nilainya saya juga belum tau mbak..hehehe

      Hapus
  5. Balasan
    1. melalui menu transform mas

      Hapus
    2. Di menu transform caranya gmn ms?

      Hapus
  6. mas, saya mau tanya saya pake data tentang rasio bank, uji normalitas & uji auto lolos semua, tp waktu uji hetero ada satu variabel yg tidak signifikan, padahal sudah saya coba Ln maupun Log, apakah ada solusi lain? terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba pakai outliner mbak atau pemotongan data

      Hapus
  7. permisi, jika dari 4 variabel, ada 1 variabel yg terjadi heteroskedastisitas. apa yg harus dilakukan??
    lalu apakah penelitian tersebut masi layak dilakukan atau tidak??
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. jawabannya kurang lebih sama dengan komentar mbak Jelita di atas mbak

      Hapus
  8. jika data kita mengalami heterokedastisitas pak,kemudian kita Ln kan tetapi masih dibawah 0.05. Bgaimana langkah selanjutnya pak? saya juga sudah mencoba menggunakan transformasi lain selain Ln

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba pakai pemotongan data atau outlier mbak..atau coba pakai heteroskedastisitas dengan metode lain seperti rank spearman

      Hapus
  9. bagaimana kalau signya 0,051>0,05 tapi t hitungnya 1,967 > 1,657? apakah tebebas dari hetero pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 0,051 tetap lebih besar dari 0,050 pak,, jadi tetap tidak terjadi heteroskedasritas.. namun saran saya untuk menguatkan hasil simpulan ada baiknya bapak menggunakan metode lain untuk mendeteksi ada tidaknya gejela heteroskedastisitas misal dengan uji rank spearman

      Hapus
  10. t hitung saya 000 mas dan sig. 1,000
    patokannya t hitung nya harus brp ya mas?
    lalu sebelumnya saya pakai scatterplot biasa dan berpola seperti gunung. apa artinya tidak normal? trimakasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai abs residual mbak bukan res_1.. jika res_1 yang digunakan maka hasilnya 1,000

      Hapus
  11. pak saya mau tnya hasil uji hetero saya ada yang terjadi hetero dan ada yg tidak.itu gmn ya pak caranya?apa benar dengan menghilangkan uji hetero,klo bleh gmn caranya pak?mksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba obati masalah heteroskedastisitas dengan transformasi data terlebih dahulu pak..semangat

      Hapus
  12. pak, saya mau tanya.
    apa alasan untuk menggunakan uji Glesjer?
    apa keunggulan menggunakan metode tes ini dibandingkan dengan metode lainnya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk medeteksi gejala heteroskedastisitas.. uji glejser syarat lolosnya lebih ketat pak.. jika uji glejser lolos heteroskedastisias maka uji lain juga hampir pasti lolos pak

      Hapus
  13. cara membuat abs_res kok tdk di jelaskan y kak? pemula seperti saya jd bingung caranya gmna?

    BalasHapus
  14. data saya terjadi heterokedastisitas...
    apa yang harus saya lakukan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba lakukan transformasi data terlebih dahulu pak

      Hapus
  15. tadi katanya cari abs_res melalui menu transform kan ? terus klik apaan di menu transform nya ? terima kasih ..

    BalasHapus
  16. selamat siang pakm, saya mau tanya nih. dalam uji Heteroskedastisitas itu kan harus didahulukan membuat res1 dan Abs_res. nah yang ingin saya tanya abs_res itu bagaimana cara buatnya ya pak. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah saya revisi artikel di atas secar lebih detail cara membuat variabel abs_res.. terimakasih atas koreksinya

      Hapus
  17. cara membuat ABS-RES nya gimana mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menggunakan menu transform mbak.. untuk membuat Abs Resnya

      Hapus
  18. mas kasih sumbernya donk aka dapusnya

    BalasHapus
  19. Jika saya menggunakan data outlier maka hasil uji one sample-K selalu di bawah 0,05 tetapi bila menggunakan cara di LN maka grafik stterplotnya tidak menyebar. Bgmn solusinya? Terimakasih🙏🏽

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf memang adakalanya harus ganti data jika seperti itu yang terjadi mbak

      Hapus
  20. mas mau tanya, data saya itu menurut dosen saya terjadi heteros, katanya membentuk pola (beliau menggaris beberapa titik yang lurus..padahal setau saya gejala heteros kan membentuk pola tertentu, mengerucut, berkumpul di satu titik tertentu, melebar kemudian menyempit dan sebaliknya.. kemudian saya memakai uji lain dan tidak terjadi heteros, dosen dosen saya ndak mau kalu tidak pakai scatterplot dengan alasan yang tidak masuk akal buat saya... bisa kasih solusi mas??

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau demikian.. saran saya bapak saat berargumentasi dengan dosen bawa buku rujukan agar apa yang bapak sampaikan ada dasar atau pedoman yang dipakai..salah satu buku yang yang saya rekomendasikan adalah bukunya imam ghozali

      Hapus
  21. mas kalo dari 3 variabel independen ada 1 variabel nya yang terkena hetero, harus di hilangkan dahulu heteronya baru lanjut uji selanjutnya ya ? thanks.

    BalasHapus
  22. assalamu'alaikum mas, cara membuat abs-res nya gimana ya? setelah ke transform lalu kemana lagi, tolong jelaskan secara detail. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah saya buat lebih detail pak..terimakasih atas koreksinya

      Hapus
  23. mau tanya mas? abs_res nya itu ngambil dari data abs_res1? dan yang negatif (-) di jadiin positif?
    trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. abs_res.. diambil transformasi data dari nilai Res_1

      Hapus
  24. Assalamualaikum, Maaf pak saya mau bertanya :
    1. saya uji hetero dengan uji glejser dan nilai sig nya diatas 0,05, berarti itu lolos uji hetero kan pak ?
    2. saat uji hetero dengan glejser apakah yang diperhatikan hanya nilai sig nya saja yg harus lebih dari 0,05 atau kah harus di perhatikan pula nilai t nya ?
    3. Saya mencoba uji hetero dengan menggunkan uji glejser dan nilai sig nya diatas 0,05 , tetapi saat saya mencoba menguji hetero dengan spearmans rho nilai korelasi nya ada yang di bawah 0,05. sedangkan harusnya diatas 0,05 , itu bagaimana pak kalau terjadi seperti itu ? mana yng sebenarnya bisa lebih dipercaya hasilnya ? dengan melihat glejser ataukah spearmans rho ?
    terimakasih pak atas jawabannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam..1) nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. 2) hanya memperhatikan nilai signifikansinya saja. 3) pakai hasil uji glejser saja mbak

      Hapus
  25. saya punya 4 variabel independen nh ad 1 yg hetero dgn nilai 0.007 gimana itu mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena nilai signifikansi nilai abs res sebesar 0,007 dan lebih kecil dari 0,05 maka terjadi gejala heteroskedastisitas

      Hapus
  26. Selamat sore pak, saya mau tanya saya sedang melakukan penelitian untuk 3 variabel dan salah satu variabel saya mengalami heteros.
    saya melakukan dua uji
    1. Sebelum data outlier dibuang lolos semua uji asumsi klasik dan tdk terjadi heteros tetapi saat uji koefisien determinasi nilai adjusted R Square nya kecil sekali yaitu 0,058
    2. Setelah buang data outlier variabel saya tidak lolos uji heteros tetapi uji koefisien nya 0,535. saya sudah coba untuk transformasi data LN LOG dan SQRT dan sudah menggunakan uji lain tetapi tetap terjadi heteros.
    Apakah bapak tau solusi nya ?
    Terimakasih sebelum nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sore..jika seperti itu masalahnya..coba tambah data mbak

      Hapus

Pengunjung yang baik pasti meninggalkan komentar yang bijak dan membangun, terimakasih