Google+ Followers

Site Info

Home » » Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS

Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS

Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS | Uji Heteroskedastisitas merupakan salah satu bagian dari uji asumsi klasik dalam model regresi. Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dalam sebuah data, dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti menggunakan Uji Glejser, Uji Park, Uji White, dan Uji Heteroskedastisitas dengan melihat grafik scatterplot pada output SPSS. Namun, pada artikel tutorial kali ini saya tidak akan membahas lebih jauh tentang apa itu uji heteroskedastisitas, tujuan uji heteroskedastisitas, dan lain sebagainya yang sebelumnya sudah saya jelaskan pada artikel Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Program SPSS

Sesuai judul di atas, kali ini saya akan mempraktekkan Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS. Pada prinsipnya uji heteroskedastisitas dengan metode ini adalah melihat grafik Scatterplot antara nilai prediksi variabel independen yaitu ZPRED dengan residunya SRESID.

Dasar pengambilan keputusan dalam Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot
  • Jika terdapat pola tertentu pada Grafik Scatterplot SPSS, seperti titik-titik yang membentuk pola yang teratur (bergelombang, menyebar kemudian menyempit), maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi heteroskedastisitas.
  • Sebaliknya, jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar, maka indikasinya adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.
Sebagai contoh, saya mempunyai sebuah penelitian fiktif dengan judul : “Pengaruh Profesional Diri dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai PT Konsistensi. Dari judul ini kita dapat mengetahui bahwa terdapat tiga variabel yang digunakan, yakni dua variabel independen (Profesionalisme dan Motivasi), dan satu variabel dependen (Kinerja). Adapun data penelitiannya sebagaimana gambar di bawah ini.

Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS

Keterangan : Jumlah responden berjumlah = 72 orang. Sebagai latihan melakukan Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS anda dapat mendownload data di atas dalam | DOWNLOAD

Langkah-langkah Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS

1. Aktifkan program SPSS, setelah itu klik Variable View, selanjutnya kita definisikan variabelnya. pada bagian Name tuliskan X1, X2, dan Y, pada bagian Decimals kita ganti menjadi nol 0, kemudian pada bagian Label tuliskan Profesionalisme, Motivasi, dan Kinerja. Untuk yang lain diabaikan saja

Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS

2. Kemudian, klik Data View, kita masukkan nilai untuk masing-masing masing-masing variabel tersebut. Dapat dengan cara ditulis manual ataupun copy paste dari data yang sudah direkap di excel

Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS

3. Setelah selesai menginput data, langkah selanjutnya tahap analisis data: Pertama klik Analyze, lalu klik Regression, dan klik Linear…

Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS

4. Mucul kotak dialog baru dengan nama Linear Regression, masukkan variabel Kinerja (Y) ke kotak Dependent, selanjutnya masukkan variabel Profesionalisme (X1) dan Motivasi (X2) ke kotak Independent(s)

Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS

5. Selanjutnya pilih Plots, akan muncul kotak dialog dengan nama Linear Regression: Plots, kemudian masukkan variabel *SRESID ke kotak Y. dan masukkan variabel *ZPRED ke kotak X. Abaikan saja pilihan yang lainnya, lalu klik Continue

Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS

6. Terakhir klik Ok. Maka akan muncul output SPSS.. perhatikan pada ouput Scatterplot

Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS

Interpetasi Output Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot

Berdasarkan ouput Scatterplot di atas, terlihat bahwa titik-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu yang jelas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Uji Heteroskedastisitas dengan melihat Grafik Scatterplot menpuyai kelemahan yang cukup signifikan sebab jumlah pegamatan tertentu sangat mempengaruhi hasil ploting. Oleh sebab itu, untuk mempertegas apakah terjadi masalah heteroskedastisitas atau tidak maka perlu dilakukan Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser

[Search: Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS | Cara melakukan Uji Heteroskedastisitas Grafik Scatterplot dengan SPSS Lengkap| Melihat Masalah Heteroskedastisitas dengan Charts Grafik Scatterplot]
[Img : Dokumen SPSS Versi 21]

12 komentar:

  1. Selamat siang pak., saya ingin bertanya, jika setelah uji tersebut baik menggunakan grafik ataupun uji glejser dan hasilnya data kita terjadi masalah heteroskedastisitas, langkah apa yang bisa kita lakukan untuk mengobati masalah tersebut ?
    Terimakasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah satu cara mengobati maslah heteroskedastisitas adalah dengan transformasi data dan outliner mas

      Delete
  2. mau tanya, itu data bapak x1, x2 dan Ynya itu sudah total dari pertanyaan kuisioner yah?
    contohnya x1 kan ada 9 pertanyaan nah yang bapak masukan itu responden 1 dngan total angka dari 9 pertanyaan tersebut?

    terima kasih sudah mau menjawab pertanyaan saya
    semoga barokah :)

    ReplyDelete
  3. assalamualaikum, untuk menggunakan uji white. caranya gimana yah mas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa'alaikumsalam.. maaf mas andi saya belum menulis artikel tentang uji white.. silahkan searching dulu ya

      Delete
  4. mas untuk uji heteroskedastisitas ini daya yang gk valid ikut di olah apa tidak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk Data tidak valid tidak digunakan pak.. hanya data yang valid saja

      Delete

Pengunjung yang baik pasti meninggalkan komentar yang bijak dan membangun, terimakasih