Google+ Followers

Site Info

Home » » Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap | Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa dilakukannya uji korelasi dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan yang dimiliki antar variabel dalam penelitian. Uji hubungan atau korelasi dapat dilakukan dengan beberapa metode hal ini tergantung jenis data yang digunakan, seperti : 
  1. Korelasi Product Moment adalah Koefisien korelasi untuk dua buah variabel x dan y yang kedua-duanya memiliki tingkat pengukuran interval atau rasio. Baca : Analisis Korelasi Product Moment dengan SPSS
  2. Koefisien korelasi Spearman atau Spearman’s coefficient of (Rank) correlation dan Kendall digunakan untuk pengukuran statistik non-parametrik data ordinal. Korelasi Spearman dan Kendall pada awalnya akan melakukan perangkingan terhadap data yang penelitian, kemudian baru dilakukan pengujian korelasinya.
Perbedaan antara Korelasi Spearman dan Kendall yakni jika dalam Korelasi Kendall (diberi symbol ῖ) merupakan suatu penduga tidak bias untuk parameter populasi, maka dalam korelasi spearman (diberi symbol r) dan tidak memberikan dugaan untuk koefisien peringkat suatu populasi.

Sesuai dengan judul artikel, bahwa kali ini saya akan mepraktekkan cara Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap berserta dengan interpretasinya.. sebelum saya masuk ke langkah-langkahnya.. ada baiknya sobat ketahui dulu dasar pengambilan keputusan dalam uji Korelasi Spearman.

Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji Korelasi Spearman:
  • Jika nilai sig. < 0,05 maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara variabel yang dihubungkan.
  • Sebaliknya, Jika nilai sig. > 0,05 maka, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara variabel yang dihubungkan.
Kriteria tingkat hubungan (koefisien korelasi) antar variabel berkisar antara ± 0,00 sampai ± 1,00 tanda + adalah positif dan tanda – adalah negatif. Adapun kriteria penafsirannya adalah:
  • 0,00 sampai 0,20, artinya : hampir tidak ada korelasi
  • 0,21 sampai 0,40, artinya : korelasi rendah
  • 0,41 sampai 0,60, artinya : korelasi sedang
  • 0,61 sampai 0,80, artinya : korelasi tinggi
  • 0,81 sampai 1,00, artinya : korelasi sempurna
Contoh Kasus dalam Uji Korelasi Spearman:

Seorang manajer perusahaan ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara Motivasi Kerja dengan Prestasi Kerja karyawan di perusahaan yang ia pimpin. Untuk itu diambilah 12 pekerja untuk dijadikan sampel penelitian. Data yang diperoleh dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

Langkah-langkah Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS

1. Aktifkan lembar kerja SPSS, kemudian klik Variable View, pada bagian Name tuliskan Motivasi dan Prestasi.

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

2. Selanjutnya, klik Data View dan masukkan nilai dari masing-masing variabel.

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

3. Kemudian, dari menu SPSS klik AnalyzeCorrelateBivariate…

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

4. Muncul kotak dialog dengan nama Bivariate Correlations, selanjutnya masukkan variabel Motivasi dan Prestasi ke kotak Variables; pada bagian Correlation Coefficients: hilangkan tanda centang pada Pearson.. dan berikan tanda centang pada Spearman. Untuk kolom Tests of Significance pilih Two-tailed dan berikan tanda centang pada Flaq significant correlations

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

5. Terkahir klik Ok untuk mengakhiri proses data, selanjutnya akan muncul ouput sebagai berikut:

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

Interprestasi Output Uji Koefisien Korelasi Spearman

Berdasarkan ouput di atas diketahui bahwa N atau jumlah data penelitian adalah 12, kemudian nilai sig. (2-tailed) adalah 0,001, sebagaimana dasar pengambilan keputusan di atas, maka dapat dimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Prestasi Kerja. Selanjutnya, dari output di atas diketahui Correlation Coefficient (koefisien korelasi) sebesar 0,822, maka nilai ini menandakan hubungan yang tinggi antara Motivasi Kerja dengan Prestasi Kerja. Selanjutnya jika manajer perusahaan ingin mengetahui apakah Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Kerja maka dapat hal ini dapat dilakukan dengan analisis regresi sederhana.

Baca: Uji Regresi Sederhana dengan SPSS Lengkap

[Search : Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap | Contoh kasus dalam Uji Korelasi Spearman | Cara Uji Rank Spearman menggunakan SPSS versi 21 | Langkah-langkah Pengujian Spearman,s rho dalam SPSS]
[Img: Dokumen Hasil SPSS versi 21]

36 komentar:

  1. Selamat mencoba semoga sukses..:D

    ReplyDelete
  2. artikelnya sangat membantu makasih gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau dapat bermanfaat.. ditunggu kedatanyannya lagi mbak kusmawati

      Delete
  3. assalamualaikum. artikel ini sangat membantu analisis spss saya. semoga sudi kongsi yang lain-lain lagi :) terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ws.wr.wb.. sama-sama senang bisa membantu anda

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Terima kasih artikelnya sangat membantu skripsi saya. semoga bermanfaat bagi yang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip Mas Taufik.. ditunggu artikel updatenya ya

      Delete
  6. Kalau nilai Coeficientnya Corelati negatif, semisal pada data saya 0,097. interpretasinya gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. jika coeficientnya negatif asal nilai signifikansinya < 0,05 maka dapat dikatakan terdapat hubungan dengan arah negatif..

      Delete
  7. Wah, thanks a lot...untung ad artikel ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mbak arin..silahkan dishare ketemen-temennya yang membutuhkan..

      Delete
  8. artikel yang cukup menarik, belajar online semakin yahuudd

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mas Danang Mursita.. selamat belajar semoga bermanfaat..

      Delete
  9. Maaf mas, jika saya mau melihat pengaruh x terhadap y, dan jenis data dari keduanya adalah ordinal, apakah menggunakan spearman atau dengan analisis lainnya? Karena ketika saya lihat penjelasan di atas, spearman lebih cenderung digunakan untuk menganalisis hubungan

    ReplyDelete
  10. mau bertanya pak, kalau dariuji validitas nya ada yang tidak valid kemudian dilanjut menggunakan uji realibilitas dengan tidak mengikutkan yang memiliki nilai tidak valid kemudian setelah realibel dilakukan pengujian spearman. yang mau saya tanyakan data input total setiap item diinput tidak pak klo yang awalnya tidak valid?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang dijumlahkan untuk skor total adalah item yang valid saja mas

      Delete
  11. mas sederhana saja, mohon pencerahannya, klo nilai prestasidan motivasinya dapatnya dari mana ya mas..?
    soalnya saya bingung saat ujinya terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk kasus ini motivasi diperoleh dari penyebaran kuasioner, dan data prestasi diambil dari penilaian kerja

      Delete
  12. Artinya tanda negatif dan positif itu apa ya? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanda negatif menunjukkan arah pengaruh negatif.. dan sebaliknya

      Delete
  13. Bapak trimakasih artikelnya sangat bermanfaat..kalau boleh tau ini sumbernya dari mana ya pak?terkait penafsiran hasil korelasi. trimakasih

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul sub variabel adalah penjumlahan pada item-item kuesioner untuk sub variabel itu.. biasanya ini sering disebut uji korelasi dimensi mbak

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  15. kalau 3 variable gimana ya, apakah X1 langsung dengan X2 ke Y
    atau X1 ke Y dulu, baru X2 Ke Y lagi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dalam uji korelasi spearman langsung dimaskukkan semua datanya saja mas.. tidak perlu satu satu

      Delete

Pengunjung yang baik pasti meninggalkan komentar yang bijak dan membangun, terimakasih