Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap | Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa dilakukannya uji korelasi dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan yang dimiliki antar variabel dalam penelitian. Uji hubungan atau korelasi dapat dilakukan dengan beberapa metode hal ini tergantung jenis data yang digunakan, seperti : 
  1. Korelasi Product Moment adalah Koefisien korelasi untuk dua buah variabel x dan y yang kedua-duanya memiliki tingkat pengukuran interval atau rasio. Baca : Analisis Korelasi Product Moment dengan SPSS
  2. Koefisien korelasi Spearman atau Spearman’s coefficient of (Rank) correlation dan Kendall digunakan untuk pengukuran statistik non-parametrik data ordinal. Korelasi Spearman dan Kendall pada awalnya akan melakukan perangkingan terhadap data yang penelitian, kemudian baru dilakukan pengujian korelasinya.

Perbedaan antara Korelasi Spearman dan Kendall yakni jika dalam Korelasi Kendall (diberi symbol ῖ) merupakan suatu penduga tidak bias untuk parameter populasi, maka dalam korelasi spearman (diberi symbol r) dan tidak memberikan dugaan untuk koefisien peringkat suatu populasi.

Sesuai dengan judul artikel, bahwa kali ini saya akan mepraktekkan cara Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap berserta dengan interpretasinya.. sebelum saya masuk ke langkah-langkahnya.. ada baiknya sobat ketahui dulu dasar pengambilan keputusan dalam uji Korelasi Spearman.

Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji Korelasi Spearman:
  1. Jika nilai sig. < 0,05 maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara variabel yang dihubungkan.
  2. Sebaliknya, Jika nilai sig. > 0,05 maka, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara variabel yang dihubungkan.

Kriteria tingkat hubungan (koefisien korelasi) antar variabel berkisar antara ± 0,00 sampai ± 1,00 tanda + adalah positif dan tanda – adalah negatif. Adapun kriteria penafsirannya adalah:
  1. 0,00 sampai 0,20, artinya : hampir tidak ada korelasi
  2. 0,21 sampai 0,40, artinya : korelasi rendah
  3. 0,41 sampai 0,60, artinya : korelasi sedang
  4. 0,61 sampai 0,80, artinya : korelasi tinggi
  5. 0,81 sampai 1,00, artinya : korelasi sempurna

Contoh Kasus dalam Uji Korelasi Spearman:

Seorang manajer perusahaan ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara Motivasi Kerja dengan Prestasi Kerja karyawan di perusahaan yang ia pimpin. Untuk itu diambilah 12 pekerja untuk dijadikan sampel penelitian. Data yang diperoleh dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap
(Download Data)

Langkah-langkah Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS

1. Aktifkan lembar kerja SPSS, kemudian klik Variable View, pada bagian Name tuliskan Motivasi dan Prestasi.

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

2. Selanjutnya, klik Data View dan masukkan nilai dari masing-masing variabel.

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

3. Kemudian, dari menu SPSS klik AnalyzeCorrelateBivariate…

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

4. Muncul kotak dialog dengan nama Bivariate Correlations, selanjutnya masukkan variabel Motivasi dan Prestasi ke kotak Variables; pada bagian Correlation Coefficients: hilangkan tanda centang pada Pearson.. dan berikan tanda centang pada Spearman. Untuk kolom Tests of Significance pilih Two-tailed dan berikan tanda centang pada Flaq significant correlations

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

5. Terkahir klik Ok untuk mengakhiri proses data, selanjutnya akan muncul ouput sebagai berikut:

Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

Interprestasi Output Uji Koefisien Korelasi Spearman

Berdasarkan ouput di atas diketahui bahwa N atau jumlah data penelitian adalah 12, kemudian nilai sig. (2-tailed) adalah 0,001, sebagaimana dasar pengambilan keputusan di atas, maka dapat dimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Prestasi Kerja. Selanjutnya, dari output di atas diketahui Correlation Coefficient (koefisien korelasi) sebesar 0,822, maka nilai ini menandakan hubungan yang tinggi antara Motivasi Kerja dengan Prestasi Kerja. Selanjutnya jika manajer perusahaan ingin mengetahui apakah Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Kerja maka dapat hal ini dapat dilakukan dengan analisis regresi sederhana.

Baca: Uji Regresi Sederhana dengan SPSS Lengkap

[Search : Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap | Contoh kasus dalam Uji Korelasi Spearman | Cara Uji Rank Spearman menggunakan SPSS versi 21 | Langkah-langkah Pengujian Spearman,s rho dalam SPSS]
[Img: Dokumen Hasil SPSS versi 21]
Lihat Juga:  VIDEO Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap

82 Responses to "Uji Koefisien Korelasi Spearman dengan SPSS Lengkap"

  1. Selamat mencoba semoga sukses..:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah tanda bintang pada correlasion itu menentukan ada tidaknya hubungan ya,, ?
      trims

      Hapus
  2. artikelnya sangat membantu makasih gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau dapat bermanfaat.. ditunggu kedatanyannya lagi mbak kusmawati

      Hapus
  3. assalamualaikum. artikel ini sangat membantu analisis spss saya. semoga sudi kongsi yang lain-lain lagi :) terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ws.wr.wb.. sama-sama senang bisa membantu anda

      Hapus
  4. Terima kasih artikelnya sangat membantu skripsi saya. semoga bermanfaat bagi yang lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip Mas Taufik.. ditunggu artikel updatenya ya

      Hapus
  5. Kalau nilai Coeficientnya Corelati negatif, semisal pada data saya 0,097. interpretasinya gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika coeficientnya negatif asal nilai signifikansinya < 0,05 maka dapat dikatakan terdapat hubungan dengan arah negatif..

      Hapus
  6. Wah, thanks a lot...untung ad artikel ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak arin..silahkan dishare ketemen-temennya yang membutuhkan..

      Hapus
  7. artikel yang cukup menarik, belajar online semakin yahuudd

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mas Danang Mursita.. selamat belajar semoga bermanfaat..

      Hapus
  8. Maaf mas, jika saya mau melihat pengaruh x terhadap y, dan jenis data dari keduanya adalah ordinal, apakah menggunakan spearman atau dengan analisis lainnya? Karena ketika saya lihat penjelasan di atas, spearman lebih cenderung digunakan untuk menganalisis hubungan

    BalasHapus
  9. mau bertanya pak, kalau dariuji validitas nya ada yang tidak valid kemudian dilanjut menggunakan uji realibilitas dengan tidak mengikutkan yang memiliki nilai tidak valid kemudian setelah realibel dilakukan pengujian spearman. yang mau saya tanyakan data input total setiap item diinput tidak pak klo yang awalnya tidak valid?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang dijumlahkan untuk skor total adalah item yang valid saja mas

      Hapus
  10. mas sederhana saja, mohon pencerahannya, klo nilai prestasidan motivasinya dapatnya dari mana ya mas..?
    soalnya saya bingung saat ujinya terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk kasus ini motivasi diperoleh dari penyebaran kuasioner, dan data prestasi diambil dari penilaian kerja

      Hapus
  11. Artinya tanda negatif dan positif itu apa ya? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanda negatif menunjukkan arah pengaruh negatif.. dan sebaliknya

      Hapus
  12. Bapak trimakasih artikelnya sangat bermanfaat..kalau boleh tau ini sumbernya dari mana ya pak?terkait penafsiran hasil korelasi. trimakasih

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul sub variabel adalah penjumlahan pada item-item kuesioner untuk sub variabel itu.. biasanya ini sering disebut uji korelasi dimensi mbak

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  14. Pak saya ingin tanya, jika saya ingin menguji kekonsistensian (data ordina) model A, B, C, dan D dengan sampel sebanyak 21. Apakah bisa menggunakan uji spearman secara langsung, atau harus A:B, A:C, dst? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa dikorelasikan secara langsung mbak

      Hapus
  15. kalau 3 variable gimana ya, apakah X1 langsung dengan X2 ke Y
    atau X1 ke Y dulu, baru X2 Ke Y lagi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam uji korelasi spearman langsung dimaskukkan semua datanya saja mas.. tidak perlu satu satu

      Hapus
    2. mas saya mau nanya, kalau perhitungannya secara manual dengan 3 variabel bagaimana ya? makasih sebelumnya mas

      Hapus
  16. Pak, bagaimana cara untuk menentukan antara uji komparatif dg uji korelatif pak?,.
    Saya ingin melakukan pengujian antara data sosio-demografi (jenis kelamin, rentang usia, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan pasien) dg tingkat kepatuhan pasien,.
    Manakah uji yg tepat pak?,.
    Mohon bimbingannya ya pak,..
    Terimakasih banyak untuk sebelumnya,.

    BalasHapus
  17. selamat siang mas, penelitian saya awalnya non paremtrik lalu karena keterbatasan sampel saya disarankan dosbing saya untuk menggunakan uji non parametrik. Apakah hipotesis saya akan berubah jika saya mengganti uji tsb ? lalu data yang saya pakai berbentuk persentase apakah data tersebut masuk kedalam jennis data apa ?

    BalasHapus
  18. kalau datanya interval namun tidak berdistribusi normal menggunakan uji korelasi kendall tau apa spearman rank?

    BalasHapus
  19. terimakasih. sangat membantu.
    tapi maaf pak, saya ingin bertanya. kriteria tingkat hubungan dengan dasar pengambilan keputusannya itu menurut siapa? hehee soalnya di laporan saya harus ada sumbernya :) terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba buka bukunya jonathan sarwono disitu ada kok

      Hapus
  20. pak apakah untuk hipotesis dua sisi apakah alfa atau 0,05 mesti dibagi dua menjadi 0,025

    BalasHapus
  21. bagaimana cara menggunakan rumus spearman utk menjawab hipotesis utk Korelasi simultan? (x1,x2,x3 secara bersama2 terhadap Y) ????

    BalasHapus
  22. pak saya ingin tanya. saya punya data seperti ini
    rasa : ayam
    AW : 0,5
    MC : 1,2
    E.coli : <3
    B.cereus : 1*10^3

    data tersebut ingin saya lakukan perhitungan korelasi koefisien. apakah bisa? karena sudah saya coba variable yang muncul hanya AW dan MC (format desimal) ,sedangkan E.coli dan B.sereus tidak muncul (mungkin karena formatnya terdapat tanda "<" ; "*" dan "^"

    untuk itu bagaimana solusinya? terima kasih. mohon bantuannya. data tersebut merupakan analisa kimia

    BalasHapus
  23. Maaf mas mau tanya, jika yang dihasilkan signifikansi 0,000 itu maksudnya apa ya ? Terima kasih sebelumnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika signifikansi bernilai 0,000 artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel.. karena sing 0,000 lebih kecil dari 0,05

      Hapus
  24. Bagaimana jika variabel X memiliki X1, X2, ..., X8 pak? Tiap sub variabel memiliki 5 item pertanyaan, yg mau dianalisis pake spearmen hubungan antara X dengan Y. Nanya pak, data yang dimasukkan ke SPSS yg mananya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. skor total dari sub variabel tersebut untuk skor total X dan skor total Y, itu data yang dipakai

      Hapus
  25. selamat siang, mas saya mahasiswa yang sedang menyusun skripsi mau tanya kalo datanya ordinal dan pake korelasi spearman perlu uji normalitas sama linier atau tidak perlu ?
    terima kasih mohon pencerahannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak perlu karena uji korelasi rank speraman adalah bagian dari statistik non parametrik

      Hapus
  26. mas, saya mau tanya kalau membandingkan nilai pretes dan postes itu caranya gmana? dan sebelumnya saya sudah uji normalitas menggunakan non parametik k s sample

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langkah-langkah uji yang harus mbak lakukan adalah : uji normalitas shapiro wilk, uji homogenitas, uji paired sample t test.. jika data tidak normal maka pakai uji wilcoxon

      Hapus
  27. mas saya mau tanya kalau data setelah uji normalitas dah hasil nya distribusi normal langkah selanjutnya untuk membandingkan hasil score pre test dan post test apakah bisa menggunakan uji one sample t -test untuk sample satu kelas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk membandingkan hasil belajar pretest dan postest menggunakan Uji Paired Sample t test

      Hapus
  28. permisi mau tanya, kalau judulnya analisis perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian dengan skala ordinal nisa tidak menggunakan korelasi spearman

    BalasHapus
  29. mas sahid, artikel ini yang sangat membantu, very good

    BalasHapus
    Balasan
    1. senang jika artikel ini dapat bermanfaat.. terimakasih

      Hapus
  30. maaf pak saya ingin betanya jika hasil uji spearman saya hasilnya tidak signifikan apakah saya tetap harus membahas nilai korelasi yang positif dan negatif itu atau itu diabaikan saja? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika tidak signifikan maka postif atau negatif tidak perlu dibahas mbak..

      Hapus
  31. Assalamualaikum.wbr.Mas Sahid dalam satu penelitian terdapat perbedaan parameter /satuan variabelnya,baik independen maupun dependen apakah mungkin , terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. memungkinkan dan boleh kok dilakukan uji tersebut untuk mengetahu hubungan

      Hapus
  32. Kak mau tanya Kalo didapatkan angka sig.(2-tailed)yaitu 0,000 dalam rank spearman itu bisa tidak y?memiliki hubungan tidak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nilai signifikansi 0,000 justru itu bagus dalam uji korelasi.. karena prinsipnya lebih kecil dari 0,05

      Hapus
  33. Maaf pak sahid, saya ingin bertanya. Jika saya ingin meneliti pengaruh dari variabel (x) saya ordinal dan variabel (y) interval. Baiknya saya menggunakan analisis apa ya pak. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang nama variabelnya apa pak.. saya kira lebih baik menggunakan uji korelasi pearson product momen saja

      Hapus
  34. pak, saya mau bertanya, nilai signifikan 0,000 tetapi korelasi nya bersifat negatif. itu artinya bagaimana ya? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. korelasi negatif itu maksudnya adalah hubungan negatif antar variabel.. contoh hubungan variabel Intensitas Membolos dengan Prestasi Belajar. maka ini adalah korelasi negatif.. semakin sering membolos maka prestasi semakin menurun.. mudah-mudahan jelas

      Hapus
  35. mas mau tanya? kalo kita pake rank spearman perlu uji asumsi klasik gak? terus kalo perlu asumsi klasik yang bagaimana?
    tolong dibantu mas ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk Uji Korelasi rank spearman saya kita tidak memerlukan uji asumsi klasik sebab Uji Korelasi rank spearman sendiri merupakan bagian dari uji non parametrik

      Hapus
  36. Mas mau tanya, responden saya kan >200 karena saya memakai data sekunder. Hasil korelasi saya itu sdh signifikan tetapi ke arah negatif. Bisa tdk utk merubahnya ke arah positif ? Krna sdh saya coba berulang msh tdk berubah ke arah positif. Kira* kesalahan saya dmn ya. Terimkasih sebelumnya mas.

    BalasHapus
  37. Mas maaf mau tanya. Jadi saya mendapat kan nilai kolerasinya itu negatif dengan signifikansi yg lebih dari 0.05. Berarti kesimpulannya itu tidak berhubungan kan ?

    BalasHapus
  38. Mas maaf mau tanya. Jadi saya mendapat kan nilai kolerasinya itu negatif dengan signifikansi yg lebih dari 0.05. Berarti kesimpulannya itu tidak berhubungan kan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul artinya tidak ada hubungan antar variabel pak

      Hapus
  39. Terimakasih artikelnya sangat membantu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. assalamualaikum pak, mau tanya klo data interval dengan 4 skala likert bisa mengunakan uji spearman gak ya pak,trmksh

      Hapus
    2. Wa'alaikumsalam..bisa kok mas, prinsipnya jika data berskala ordinal pakai uji rank spearman

      Hapus

Pengunjung yang baik pasti meninggalkan komentar yang bijak dan membangun, terimakasih