Uji Paired Sample t Test dengan SPSS

Uji Paired Sample t Test dengan SPSS | Uji perbedaan rata-rata dua sampel berpasangan atau uji paired sample t test digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan mean untuk dua sampel bebas (independen) yang berpasangan. Adapun yang dimaksud berpasangan adalah data pada sampel kedua merupakan perubahan atau perbedaan dari data sampel pertama atau dengan kata lain sebuah sampel dengan subjek sama mengalami dua perlakuan.

CONTOH KASUS :
Suatu program diet dilakukan untuk menurunkan berat badan. Dari 10 orang yang mengikuti program diet dipilih secara acak. Setelah dua bulan mengikuti program tersebut, berat badannya ditimbang kembali, hasilnya dalam kg sebagai berikut.

Uji Paired Sample t Test dengan SPSS
(Download Data)

Dengan informasi di atas, apakah dapat dikatakan bahwa program diet tersebut berhasil? Gunakan taraf uji 5% dan diasumsikan berat badan mengikuti sebaran normal.

LANGKAH-LANGKAH :
  1. Buka lembar kerja baru pada program SPSS
  2. Klik Variable View pada SPSS Data Editor
  3. Pada kolom Name, ketik Sebelum pada baris pertama dan Sesudah pada baris kedua.
  4. Pada kolom Decimals, ketik 0
  5. Pada kolom Label, ketik Sebelum Diet untuk baris pertama dan Sesudah Diet untuk baris kedua
  6. Abaikan kolom yang lainnya
  7. Klik Data View, pada SPSS Data Editor
  8. Ketik datanya seperti data di atas sesuai dengan variabelnya
  9. Klik menu Analyze Compare MeansPairedSamples T Test
  10. Klik variabel Sebelum Diet, kemudian klik Sesudah Diet, masukkan ke kotak Paired Variable (s), maka pada Paired Variable (s) terlihat tanda Sesudah..Sebelum
  11. Untuk Options, gunakan tingkat kepercayaan 95% atau tingkat signifikansi 5%, klik Continue
  12. Untuk mengakhiri klik OK
Maka akan ditampilkan Outputnya sebagai berikut :

Uji Paired Sample t Test dengan SPSS

Uji Paired Sample t Test dengan SPSS

Uji Paired Sample t Test dengan SPSS

INTERPRETASI OUTPUT :
Output Bagian Pertama (Group Statistics)
Pada bagian pertama ini menyejikan deskripsi dari pasangan variabel yang dianalisis, yang meliputi rata-rata (mean) sebelum diet 72,40 dengan Standar Deviasi 6,88 dan sesudah diadakan praktikum rata-rata 68,70 dengan Standar Deviasi 6,95.

Output Bagian Kedua (Correlations)

Bagian ini diperoleh hasil korelasi antara kedua variabel, yang menghasilkan angka 0,981 dengan nilai probabilitas (sig.) 0,000. Hal ini menyatakan bahwa korelasi antara sebelum diet dan sesudah diet berhubungan secara nyata, karena nilai probabilitas <0,05.

Output Bagian Ketiga (Paired Samples Test)
Hipotesis :
*Ho = Kedua rata-rata populasi adalah sama (rata-rata berat badan sebelum dan sesudah diet adalah sama atau tidak berbeda secara nyata)
*H1 = Kedua rata-rata populasi adalah sama (rata-rata berat badan sebelum dan sesudah diet adalah tidak sama atau berbeda secara nyata)

PENGAMBILAN KEPUTUSAN :
A. Berdasarkan perbandingan antara thitung dengan ttabel
*Jika statistik hitung > statistik tabel, maka Ho ditolak
*Jika statistik hitung < statistik tabel, maka Ho diterima
Diketahui thitung output adalah 8,748, yang diperoleh dari perhitungan menggunakan rumus :

Uji Paired Sample t Test dengan SPSS

Sedangkan statistik tabel data dicari pada tabel t :
Tingkat signifikansi (a) adalah 5% atau tingkat kerpercayaan 95%
df (degree of freedom) atau derajat kebebasan adalah n-1 atau 10-1=9
Uji dilakukan dua sisi atau dua ekor karena akan diketahui apakah rata-rata sebelum sama dengan sesudah ataukah tidak. Perlunya dua sisi dapat diketahui pula dari output SPSS yang menyatakan 2 tailed. Dari tabel t, di dapat angka = 2,2622

Keputusan :
Oleh karena thitung terletak pada daerah Ho ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa berat badan sebelum diet dan sesudah diet adalah tidak sama atau berbeda nyata, yang berarti bahwa program diet yang dilakukan berhasil secara signifikan.

B. Berdasarkan perbandingan nilai probabilitas (Sig.)
*Jika probabilitas > 0,05, maka Ho diterima
*Jika probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak

Keputusan :
Terlihat bahwa thitung adalah 8,784 dengan nilai probabilitas 0,000. Oleh karena probabilitas 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak, yang berarti berat badan sebelum diet dan sesudah diet adalah tidak sama atau berbeda nyata. Dalam output juga disertakan berbedaan mean sebesar 3,70 yaitu selisih rata-rata berat badan sebelum diet dengan sesudah diet.

Demikian artikel tutorial dengan judul Uji Paired Sample t Test dengan SPSS semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Artikel Berikutnya : Uji Independent Sample t Test dengan SPSS

Catata lain : Jika data penelitian sudah normal dan homogen dalam Uji Normalitas dan Homogenitas maka uji Paired Sample t Test dengan SPSS dapat dilalukan.. namun jika syarat itu tidak terpenuhi.. sobat dapat menggunakan alternatif lain yakni Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon dengan SPSS

[Search : Uji Paired Sample t Test dengan SPSS, Uji perbedaan rata-rata dua sampel berpasangan, Langkah-Langkah Uji Paired Sample t Test dengan SPSS, Cara melakukan Uji Paired Sample t Test dalam Program SPSS, Teknik melakukan pengujian statistik Paired Sample t Test]
Lihat Juga: VIDEO Uji Paired Sample t Test dengan SPSS

35 Responses to "Uji Paired Sample t Test dengan SPSS"

  1. Jika masih ada yang kurang jelas, silahkan berkomentar,, terimakasih:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf mau nanya kalo untuk hasil sig yg di tabel paired sample correlation itu dia > 0.05 (0. 879), nilai korelasinya 0.072, tp nilai t hitungnya 23.449, > t tabelnya yg cuma 2.477, sama untuk yg sig (2-tailed)nya 0.000
      berarti sudah bisa dikatakan ada beda nyata atau tidak ?

      Hapus
  2. Boleh juga gan tutorialnya, saya belum pernah menggunakan aplikasi ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke mas dayat, boleh kok dicoba untuk latihan sama-sama,hehe

      Hapus
  3. mau tanya nih mas.. sy sedang buat skripsi n ambil judul pengaruh inflasi, suku bunga, nilai tukar thdp hrg shm pd perusahaan x (sebelum n sesudah pilpres), sebaiknya analiss yg saya gunakan apa ya?? krn sy mencari pengaruh dg adanya event waktu yg ditentukan. mohon bantuannya. trims

    BalasHapus
  4. permisi kak .. saya mau tanya .. nilai t tabel teh dapetnya dari mana ya kak ?? mohon bantuannya :) saya bingung

    BalasHapus
    Balasan
    1. t tabel itu sudah rumus jadi kita tinggal melihatnya saja dan membandingkan dengan nilai t hitung mbak..ini link untuk download t tabelnya :

      http://spssindo.blogspot.com/2014/02/download-distribusi-nilai-tabel.html

      Hapus
  5. Balasan
    1. Sama-sama terimakasih.. ditunggu kunjungannya kembali

      Hapus
  6. kalo nilai hasil sebelum dan sesudah sama. tidak ada perubahan. Hasilnya tidak ada lalu bagaimana interpreatasi dari sign? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba dikoreksi lagi cara menginput datanya pak..atau ada yang missing??

      Hapus
  7. ini sama dengan uji dependent kan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. persamaanya adalah sama-sama uji beda..namun perbedaannya adalah jika paired sample bepasangan sedangkan independent sample tidak berpasangan..

      Hapus
  8. apa alasan yang benar dan tepat saat kita memakai uji ini ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika kita ingin mengetahui apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah adanya suatu perlakukan.. catatan uji paired untuk sampel berpasangan.

      Hapus
  9. maaf mau tanya
    punya hasil dari t test and minus (-) -2.567
    itu kan namanya uji kiri.. cara ujin kanan gimana ngaturnya dalam spss
    terima kasi jawaban nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau nilai signifikansinya berapa pak???

      Hapus
  10. selamat sore pak, saya mahasiswi yang sedang melakukan skripsi. saya mau bertanya, syarat menggunakan paired sample t test adalah data twrdistribusi normal namun jika data sebelum normal dan setelah tidak normal jadi harus menggunakan uji apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika data tidak normal maka menggunakan uji non parametrik mbak.. uji non parametrik untuk paired sample t test adalah uji Uji Wilcoxon

      Hapus
  11. Balasan
    1. Sama-sama mbak.. terimakasih kembali.. semoga bermanfaat

      Hapus
  12. mau tanya pak, kalau hasil t minus (= -7,572), tetapi signya 0,000/. gimana yah pak ?

    BalasHapus
  13. maaf mas mau tanya. dependent t test sama atau tidak ya sama paired t test?

    BalasHapus
  14. Kalau t hitung outputnya minus gimana mas? Tapi significantnya 0.000

    BalasHapus
  15. maaf pak ingin bertanya, jikalau hasil ujinya dilihat dari t hitung HO diterima, sedangkan dilihat dari signifikansinya HO ditolak itu bagaimana ya pak?
    terimasih pak sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya belum pernah menemui kasus seperti itu.. umunya kesimpulan pada signifikansi akan didukung dengan perbandingan t hitung dan t tabel.. coba cek lagi cara mencari t tabelnya

      Hapus
  16. Mas klw mau tau nilai t tabel dilihat dmna yah???

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau t tabel dilihat berdasarkan jumlah responden, melihatnya pada distribusi nilai t tabel Distribusi Nilai Tabel Statistik

      Hapus
  17. mas mau tanya, paired sample T test itu kan cuma untuk satu kelompok. kalau ada dua kelompok, eksperimen dan kontrol, pretest dan post test juga, itu ngitung T Testnya gimana?

    BalasHapus
  18. permisi pak,saya sedang mengolah data, tapi data saya sifatnya ordinal, menggunakan one group design, namun setelah saya uji asumsi datanya normal, jadi saya harus menggunakan apa? paired t test kah atau wilkokson dan Z dalam wilkokson itu maknanya apa yak?di paired tidak bisa yak z itu dimunculkan?

    BalasHapus
  19. Mohon maaf mau tanya ini, bagaimana caranya cari nilai r untuk contoh soal di atas secara manual?? Mohon bantuannya.

    BalasHapus
  20. Baimana caranya mencari nilai r secara manusl ?

    BalasHapus
  21. mas kan menggunkan t tabel CI 95 % ITU kalu paried t-test pake yang 0,005 apa 0,025 mengingat sisi simesris seperti independent t-test

    BalasHapus

Pengunjung yang baik pasti meninggalkan komentar yang bijak dan membangun, terimakasih