PIN BBM : 7D16FAFD

Google+ Followers

Site Info

Home » » Teori Populasi Penelitian

Teori Populasi Penelitian

Teori Populasi Penelitian
Teori Populasi Penelitian | Istilah populasi berasal dari bahasa inggris yaitu population yang berarti jumlah penduduk. Oleh karena itu penggunaan kata populasi sering diidentikan dengan penduduk. Perkembagan ilmu pengetahuan menujukan bahwa populasi tidak hanya dipandang sebagai suatu hal yang berkait dengan masalah-masalah kependudukan, namun lebih luas dari pada itu. Secara umum yang dimaksud dengan populasi penelitian adalah keseluruhan subjek yang akan diteliti. Teori Populasi Penelitian membahas mengenai Pengertian Populasi, Macam-Macam Populasi, Contoh Populasi, menurut beberapa pakar.

Teori Populasi menurut Sugiyono (2011:117-118).
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempuyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.

Contoh: Seorang akan melakukan penelitian di sekolah X, maka sekolah X ini merupakan populasi. Populasi dalam arti jumlah adalah seluruh subyek dan objek di sekolah X. Populasi dalam arti karakterisrik mencakup sifat-sifat atau ciri-ciri yang ada di sekolah X seperti: motivasi kerjanya, disiplin kerjanya, kepemimpinannya, Persepsi seseorang, dan lain-lain.

Teori Populasi menurut Arikunto (2010:123).

Arikunto menyatakan bahwa “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian”.

Teori Populasi menurut Widiyanto (2010:5).

Populasi adalah suatu kelompok atau kumpulan subjek atau objek yang akan di generalisasikan dari hasil penelitian.

Teori Populasi menurut Bugin (2011:111).
Populasi penelitian adalah keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian. Populasi dapat dibedakan atas populasi terbatas dan populasi tak terhingga.
  1. Populasi Terbatas, yaitu populasi yang memiliki sumber data yang jelas batas-batasnya secara kuantitatif. Misalnya, jumlah murid (remaja) SLTA di Surabaya pada tahun 2004 sebanyak 150.000 siswa, terdiri dari 78.000 murid putra dan 72.000 murid putri. 
  2. Populasi Tak Terhingga, yaitu populasi yang memiliki sumber data yang tidak dapat ditentukan batas-batasnya secara kuantitatif. Oleh karena itu, luas populasi bersifat tak terhingga dan hanya dapat dijelaskan secara kualitatif. Misalnya, jumlah gelandangan di indonesia. Ini berarti harus dihitung jumlah gelandangan di indonesia dari tahun ke tahun, dan dari tiap-tiap kota. Tidak saja perhitungan terhadap jumlah gelandangan yang ada sekarang, tetapi juga dilakukan penafsiran jumlah gelandangan di waktu yang akan datang.
Demikian artikel dengan judul Teori Populasi Penelitian, selanjutnya akan di bahas Teori Sampel dan Sampling Penelitian.

Sumber rujukan: Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta | Bugis, Burhan. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana | Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta | Widiyanto, Joko. 2012. SPSS For Windows. Surakarta: Badan Penerbit-FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Img :pengertian-definisi.blogspot.com

0 komentar:

Post a Comment

Pengunjung yang baik pasti meninggalkan komentar yang bijak dan membangun, terimakasih